- Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan penyebaran video hoaks berteknologi deepfake ke Bareskrim Polri pada 29 Juli 2026.
- Juanda selaku Dewan Penasihat mendatangi Bareskrim Polri di Jakarta pada Kamis untuk menanyakan tindak lanjut laporan tersebut.
- Kemendes PDT menegaskan konten palsu pencemaran nama baik itu menuduh keliru bahwa Kopdes Merah Putih menutup warung desa.
Suara.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melaporkan dugaan penyebaran informasi palsu atau hoaks ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.
Laporan tersebut disampaikan Dewan Penasihat Menteri Desa PDT, Juanda, yang datang ke Bareskrim Polri untuk menanyakan tindak lanjut laporan Yandri pada 29 Juli 2026 lalu.
"Kami datang ke sini dalam rangka untuk menanyakan soal tindak lanjut laporan atau pengaduan atas nama Pak Yandri Susanto secara pribadi, dan sekarang beliau adalah menjabat sebagai Menteri Desa dan PDT," kata Juanda di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurut Juanda, laporan tersebut berkaitan dengan beredarnya video hoaks yang memuat seolah-olah Yandri menyatakan warung-warung di desa akan ditutup karena adanya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
"Alhamdulillah sedang diproses oleh Siber Crime di Mabes Polri ini," ujarnya.
Juanda menegaskan, video tersebut menggunakan narasi deepfake yang dinilai merugikan Yandri. Karena itu, laporan ke Bareskrim juga berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Berita bohong ini juga bisa juga berkorelasi dengan pencemaran nama baik Pak Yandri Susanto. Dan tentu secara hukum, seseorang, setiap warga negara, siapapun yang merasa dirugikan, yang merasa namanya dicemarkan, itu kan sudah diatur, tentu kalau melalui media online berkaitan dengan Undang-Undang ITE,” ujarnya.
Kemendes Tegaskan Video Gunakan AI
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid menegaskan Yandri tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa warung atau toko di desa akan ditutup karena adanya Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang
"Tidak benar sama sekali. Konten ini menggunakan, dibantu dengan AI. Jadi seolah-olah suara yang keluar di konten itu adalah suaranya Pak Yandri," tegas Taufik.
Taufik menjelaskan, kehadiran Kopdes Merah Putih justru ditujukan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di desa.
Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai salah satu instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
"Justru sebaliknya, dengan adanya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, ingin hidupkan warung-warung, UMKM, badan usaha milik desa," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan
-
Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin
-
Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras
-
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI