- Industri media menghadapi tantangan besar akibat perkembangan AI, TikTok, dan penurunan anggaran iklan pemerintah.
- Perubahan perilaku audiens dan dominasi media sosial membuat trafik situs berita menurun sehingga perusahaan pers harus beradaptasi menggunakan teknologi AI serta strategi GEO.
- Media lokal didorong memperkuat laporan mendalam, membangun komunitas, dan mencari sumber pendapatan alternatif guna menjaga keberlanjutan bisnis serta kepercayaan publik.
Suara.com - Industri media di Indonesia memasuki fase perubahan besar dalam dua dekade terakhir. Perubahan teknologi informasi yang semakin cepat, berkembangnya media sosial sebagai rujukan informasi, serta perubahan dalam bisnis media membuat perusahaan pers harus menyesuaikan strategi bisnis dan distribusi konten.
Hal itu disampaikan CEO Suara.com, Suwarjono, dalam diskusi "Keberlanjutan Media dan Ekosistem" yang digelar di Hotel Whiz Luxe Spasio, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).
Di hadapan puluhan pemilik dan pengelola media yang hadir, Suwarjono menyebut ada tiga perubahan besar yang saat ini memengaruhi industri media, yakni perkembangan kecerdasan buatan (AI), ledakan TikTok, serta menyusutnya anggaran iklan pemerintah.
Ketiga hal tersebut, menurut dia, mendorong media mengubah strategi bisnis sekaligus cara mendistribusikan konten.
"Perubahan media sekarang sangat dahsyat. Kita tidak sedang menghadapi satu perubahan, tetapi perubahan yang terus berubah," kata Suwarjono dalam roadshow Local Media Community yang digelar untuk ketiga kalinya setelah Pekanbaru dan Makassar.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti perubahan perilaku audiens berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan media untuk beradaptasi.
Generasi Z kini lebih dahulu mencari informasi melalui TikTok, Instagram Reels, dan YouTube sebelum membuka situs berita.
Ia merujuk pada penelitian Reuters Institute yang menunjukkan TikTok menjadi platform dengan pertumbuhan konsumsi berita paling agresif dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, trafik sejumlah media justru mengalami penurunan.
"Hampir semua trafik media turun. Yang naik justru media sosial. Kalau website hanya mengandalkan berita lima alinea lalu dipublikasikan, ruangnya makin sempit," ujarnya.
Baca Juga: Jangan Cuma Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi
Meski demikian, Suwarjono menilai situs berita masih memiliki masa depan. Menurutnya, media harus memperkuat laporan mendalam, explainer, investigasi, dan storytelling yang dapat membangun kepercayaan publik.
Dari SEO ke GEO
Perubahan berikutnya datang dari perkembangan teknologi AI seperti ChatGPT dan Gemini.
Menurut Suwarjono, media sebelumnya banyak mengandalkan Search Engine Optimization (SEO) untuk meningkatkan keterlihatan konten di mesin pencari.
Kini, media mulai memasuki era Generative Engine Optimization (GEO) agar konten mereka dapat menjadi rujukan jawaban yang diberikan AI.
“Jalan pulang jurnalisme justru ada di AI. AI membutuhkan konten website yang otoritatif, terpercaya, independen, dan secara teknologi bisa di-crawl,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
6 Sepeda MTB yang Enteng Buat Nanjak, Rasio Gigi Spesial untuk Gowes Ekstrem
-
Tren Mobil Listrik Perlahan Lampaui Penjualan Mobil Bensin
-
Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!
-
Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah
-
Dikelola dengan Akal Sehat, Setoran Dividen BUMN Justru Melonjak 400%
-
Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG
-
Media Lokal Didorong Berbenah di Tengah Gempuran AI dan Media Sosial
-
Prabowo Soroti Tambang Ilegal di Babel, DPR Ikut Bersuara soal Oknum Aparat
-
Spesifikasi dan Harga Alva N3 yang Mirip dengan Motor Listrik Nasional
-
Ngaku Didatangi 4 Petugas Pajak Usai Kritik Menkeu Purbaya, Ferry Latuhihin: Ini Abuse of Power!