- Pekerja muda India mengalokasikan 70 persen gaji bulanan untuk kebutuhan pokok dan tagihan.
- Alokasi pengeluaran untuk liburan hanya menyedot lima persen dari total anggaran bulanan Gen Z.
- Riset SalarySe membuktikan beban kebutuhan pokok terus meningkat seiring bertambahnya usia pekerja.
Suara.com - Pekerja muda generasi Z atau gen Z di India ternyata mengalokasikan lebih dari 70 persen anggaran bulanan mereka untuk kebutuhan pokok harian. Riset terbaru menepis anggapan publik bahwa kelompok umur ini menghabiskan gaji demi gaya hidup glamor.
Data analisis transaksi digital menunjukkan porsi pengeluaran untuk liburan dan jalan-jalan hanya menyisa 5 persen dari dompet bulanan. Sebaliknya, pembayaran tagihan rutin dan belanja bahan pokok menjadi prioritas utama para pekerja muda tersebut.
Temuan ini mengubah gambaran umum tentang generasi Z yang selama ini dicap mengutamakan pengalaman ketimbang kebutuhan mendasar. Realitanya, keuangan harian mereka terserap habis oleh pos tagihan, belanja dapur, layanan finansial, hingga makanan.
Riset yang dirilis SalarySe ini didasarkan pada analisis jutaan transaksi UPI dari 5,2 ratus ribu pengguna pekerja muda. Pos pembayaran tagihan dan berlangganan rutin menyedot anggaran terbesar dengan porsi mencapai 20,1 persen.
Belanja bahan dapur menyusul di urutan kedua dengan kontribusi pengeluaran sebesar 15,7 persen dari total anggaran. Sementara itu, pos layanan keuangan, belanja harian, dan konsumsi makanan masing-masing mengambil porsi sekitar 12 persen.
Mengapa Tagihan Bulanan Menyerap Anggaran Terbesar Gen Z?
Tinggi porsi tagihan dan layanan finansial menunjukkan betapa dalamnya transaksi digital memengaruhi cara hidup pekerja muda. Sistem pembayaran otomatis memudahkan transaksi berjalan rutin tanpa perlu pengelolaan manual setiap bulan.
Untuk hiburan digital, platform streaming JioHotstar mendominasi langganan rutin dengan porsi 12,4 persen. Posisinya disusul oleh Netflix sebesar 10,7 persen dan aplikasi musik Spotify yang mencatatkan angka 5,6 persen.
Pemanfataan fitur pembayaran otomatis UPI dan AutoPay membuat urusan finansial generasi ini berlangsung secara terintegrasi. Pengeluaran untuk utilitas hingga cicilan finansial terpotong langsung dari rekening harian mereka.
Baca Juga: Mengapa Gen Z Mulai Memilih Thrifting Dibanding Fast Fashion?
Menariknya, porsi pengeluaran opsional tetap konstan di angka 32 persen baik pada usia muda maupun dewasa. Namun, pengeluaran untuk kebutuhan pokok melonjak dari 50 persen menjadi 59 persen saat mereka memasuki usia 24-29 tahun.
Peningkatan porsi kebutuhan pokok tersebut membuktikan hadirnya tanggung jawab finansial seiring bertambahnya usia pekerja. Meskipun beban kebutuhan wajib membengkak, porsi untuk kesenangan pribadi tetap dipertahankan pada tingkat yang sama.
Bagaimanakah Cara Generasi Muda India Mengelola Keuangan Digital?
Piyush Bagaria, Co-founder SalarySe, menyatakan bahwa generasi ini membentuk kebiasaan finansial di sekitar pembayaran digital dan tanggung jawab harian.
"Gen Z India adalah generasi pertama yang mengelola hampir setiap aspek kehidupan finansial mereka melalui ekosistem yang mengutamakan digital," kata Bagaria kepada NDTV.
Ia menambahkan bahwa skala UPI telah mengubah cara profesional muda membelanjakan dan mengelola keuangan mereka. Pos anggaran bulanan para pekerja muda ini pada akhirnya tetap berpusat pada pemenuhan kebutuhan dasar hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?