News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:01 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menanggapi wacana dwikewarganegaraan terbatas bagi diaspora yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Dasco di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026.
  • Pemerintah berencana memfasilitasi kewarganegaraan bagi diaspora berpotensi secara selektif tanpa harus melepaskan kewarganegaraan asal mereka.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan tanggapan terkait wacana dwikewarganegaraan terbatas bagi diaspora yang sempat diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dasco menjelaskan bahwa selama ini DPR memang telah rutin memproses permohonan kewarganegaraan, terutama untuk sektor-sektor tertentu.

"Ya, kan selama ini memang kadang-kadang kita juga ada permintaan dari pemerintah untuk memproses persetujuan kewarganegaraan dari misalnya pemain-pemain di bidang olahraga, sepak bola, basket, dan itu kemudian kita proses," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Presiden Prabowo Subianto. Tangkapan layar

Namun, menurut Dasco, wacana yang berkembang saat ini memiliki cakupan yang lebih luas namun spesifik, yakni menyasar para diaspora Indonesia yang memiliki keahlian dan potensi besar untuk membangun negeri.

"Nah, tetapi tadi kalau dengar dari pemerintah, bahwa sebenarnya banyak juga diaspora-diaspora yang berpotensi kemudian untuk menyumbangkan tenaga, pikiran ke Indonesia, tetapi kemudian, mungkin karena sudah lama tinggal di luar, tapi kemudian juga pemerintah ingin memfasilitasi kewarganegaraan di sini tanpa melepaskan kewarganegaraan asal," lanjutnya.

Kendati begitu, Dasco menekankan bahwa kebijakan ini nantinya tidak akan diberlakukan secara umum, melainkan melalui proses penyaringan yang ketat agar tepat sasaran.

"Nah, sehingga tadi sudah disampaikan bahwa akan dilakukan secara terbatas dan sangat selektif," pungkasnya.

Load More