News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:50 WIB
Dua warga meninggal dunia di Sikka akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo NTT. (Antara)
Baca 10 detik
  • BNPB mengimbau warga NTT menjauhi pantai dan gedung retak pascagempa M7,7.

  • Dua korban jiwa dan satu luka-luka dilaporkan di Pelabuhan El Say Kabupaten Sikka.

  • BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami tetapi tetap memonitor tinggi muka air laut.

Suara.com - Warga Nusa Tenggara Timur wajib menjauhi kawasan pesisir pantai dan bangunan yang retak untuk mengantisipasi potensi bahaya gempa bumi susulan NTT, Sabtu (15/8/2026).

Langkah ini menjadi jaminan keselamatan mendesak sebab ancaman robohnya bangunan struktur lemah tetap mengintai meskipun ancaman gelombang laut pasca gempa bermagnitudo 7,7 telah dinyatakan reda.

Guncangan kuat yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu subuh tersebut langsung memicu kewaspadaan tinggi di seluruh wilayah pesisir.

Peta BMKG menunjukkan gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dinyatakan telah berakhir. (ANTARA/HO-BMKG NTT)

Petugas di lapangan kini memfokuskan pemantauan pada dampak kerusakan infrastruktur fisik serta keselamatan warga pesisir.

Kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak berisiko tertimpa reruntuhan gedung yang sudah tidak stabil.

"Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami menghimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.

Pemerintah menegaskan bahwa struktur bangunan yang retak memiliki risiko tinggi untuk roboh mendadak jika gempa susulan kembali terjadi.

"Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan," kata Berton.

Dua warga dilaporkan meninggal dunia di area Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, akibat dampak langsung guncangan gempa ini.

Baca Juga: Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

"Berdasarkan laporan pendahuluan, peristiwa gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta satu orang mengalami luka-luka," kata Berton.

Mengapa Warga Tetap Diimbau Jauhi Pesisir Pantai?

Meskipun status ancaman gelombang tsunami telah resmi dicabut pada pukul 07.30 WIB, pemantauan ketat terhadap pergerakan air laut masih terus berlangsung.

Petugas teknis memantau pergerakan air melalui stasiun pencatat guna mendeteksi setiap fluktuasi air laut yang tidak biasa pascaguncangan.

"Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami) tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.

BMKG terus memperbarui data aktivitas tektonik secara berkala agar masyarakat mendapatkan petunjuk keamanan yang akurat.

Load More