News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:24 WIB
Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). [Antara/Gecio Viana/sth/nz]
Baca 10 detik
  • BMKG mencabut peringatan dini tsunami di Laut Flores, NTT, setelah tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang membahayakan.
  • Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan korban meninggal dunia akibat gempa bertambah menjadi lima orang.
  • Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar melaporkan situasi berangsur normal setelah warga sempat mengungsi akibat guncangan kuat.

Suara.com - BMKG mencabut peringatan dini tsunami setelah hasil pemantauan menunjukkan tak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan pascagempa magnitudo 7,7 di Laut Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026).

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 07.07 WIB, terjadi 37 gempa susulan dengan magnitudo 3,2 hingga 6,2.

Namun, hanya satu gempa susulan yang dirasakan.

“Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan,” kata Nelly dalam konferensi pers BMKG yang ditayangkan secara daring, Sabtu (15/8/2026).

Atas hasil observasi tersebut, BMKG kemudian mencabut peringatan dini tsunami. Meski demikian, pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan perubahan muka air laut tetap dilakukan.

Nelly mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menginformasikan korban meninggal dunia akibat gempat  bertambah menjadi lima orang. (Antara)

Korban Gempa Bertambah Jadi Lima Orang

Di tengah pencabutan peringatan tsunami, jumlah korban meninggal akibat gempa NTT, dilaporkan bertambah menjadi lima orang.

Baca Juga: BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan dua korban meninggal berada di Maumere, Kabupaten Sikka, sedangkan tiga lainnya tercatat di Kabupaten Manggarai.

“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” katanya.

Para korban diduga meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa mengguncang Flores. Namun, pemerintah masih memastikan penyebab kematian masing-masing korban.

“Kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa,” ujarnya.

Melki mengatakan pendataan korban jiwa, korban luka, dan kerusakan masih berlangsung.

Dia juga dijadwalkan menuju Flores untuk melihat langsung kondisi di sejumlah wilayah terdampak.

Load More