News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Basarnas bersama personel TNI dan Polri mengevakuasi warga terdampak gempa bumi di NTT, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-Kodam IX/Udayana
Baca 10 detik
  • Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB.
  • Bencana tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia serta merusak puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum di Manggarai.
  • BNPB mencatat warga terdampak di Kabupaten Manggarai sangat mendesak membutuhkan tenda, 30 ton beras, dan obat-obatan.

Tiga korban tercatat di Kabupaten Sikka, enam di Kabupaten Manggarai, dan lima lainnya di Kabupaten Manggarai Timur.

BNPB juga mencatat dua korban mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Para korban luka tersebar di Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Warga Masih Butuh Bantuan Pangan

Di tengah penanganan darurat, pemerintah daerah juga mengantisipasi kebutuhan pangan warga terdampak.

Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta supermarket di wilayah bencana membagikan makanan kepada korban.

Stok makanan yang dikeluarkan supermarket akan diganti pemerintah sambil menunggu bantuan resmi tiba di lokasi.

Menurut Melki, wilayah Flores bagian utara menjadi kawasan yang paling terdampak, meliputi Maumere, Ngada, hingga Manggarai, sementara pusat gempa berada di Nagekeo.

Permintaan tersebut menjadi bagian dari langkah darurat pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama proses evakuasi dan distribusi bantuan berlangsung.

Baca Juga: Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti

Load More