News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB
Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
Baca 10 detik
  • Gempa NTT menyebabkan 14 orang meninggal dunia.
  • BNPB melaporkan bencana tersebut merusak puluhan rumah serta berbagai fasilitas publik dan melukai belasan warga setempat.
  • Gubernur NTT meminta supermarket membagikan makanan kepada korban sambil menunggu bantuan resmi tiba dari pemerintah.

Suara.com - Korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), bertambah menjadi 14 orang. Guncangan juga merusak puluhan rumah dan sejumlah fasilitas publik di beberapa wilayah Flores.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, tiga korban meninggal berada di Kabupaten Sikka, enam orang di Kabupaten Manggarai, dan lima lainnya di Kabupaten Manggarai Timur.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyebut selain korban jiwa, terdapat dua orang korban luka berat dan 11 orang luka ringan.

Para korban luka tersebar di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

"Korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur," ungkapnya.

Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan bangunan. Sebanyak 54 rumah dilaporkan rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah.

Di daerah tersebut, 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga terdampak.

Sementara di Manggarai Timur, sebanyak 23 rumah mengalami rusak berat.

Baca Juga: Detik-detik Warga Tercebur ke Laut Saat Gempa NTT Guncang Pelabuhan Laurentius Say

Di Kabupaten Nagekeo, kerusakan meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan. Selain itu, dua fasilitas ibadah rusak ringan serta lima kantor pemerintahan turut terdampak.

"Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah serta enam kantor pemerintahan di berbagai wilayah terdampak," ucap Berton.

Warga Mengungsi, Ancaman Gempa Susulan

Gempa tersebut sebelumnya memicu peringatan dini tsunami dan membuat sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.31.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut yang membahayakan.

Namun, aktivitas gempa susulan masih terjadi. Sedikitnya empat gempa susulan tercatat dengan magnitudo antara 5,5 hingga 6,2.

Load More