- DPRD DKI Jakarta mengusulkan mekanisme sanggah manual untuk mempercepat perbaikan data desil yang menghambat bantuan sosial.
- Ketua Komisi E M. Subki menyatakan keterlambatan perubahan data nasional merugikan warga yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan.
- DPRD DKI Jakarta berencana membentuk panitia khusus guna memastikan pendataan ekonomi daerah lebih tepat sasaran.
Suara.com - DPRD DKI Jakarta mengusulkan mekanisme sanggah manual untuk mempercepat perbaikan data desil warga yang selama ini dinilai menghambat penyaluran bantuan sosial hingga program pendidikan.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki mengatakan persoalan data desil menjadi krusial karena status tersebut menjadi acuan dalam berbagai program pelayanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Banyak urusan yang semua datanya tersangkut di desil. Pendidikan, sosial, termasuk di dalamnya Bansos-Bansos, banyak terhambat di desil,” kata Subki usai memimpin rapat kerja bersama Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Setda DKI Jakarta dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) di Gedung DPRD DKI Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Subki, Pemprov DKI perlu segera memfinalisasi data desil agar warga yang merasa status ekonominya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya memiliki jalur perbaikan yang lebih cepat.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah membuka mekanisme sanggah manual.
Mekanisme tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi warga yang kesulitan memperbarui data melalui sistem daring.
“Supaya masyarakat nggak bertanya-tanya,” katanya.
Perubahan Data Terlalu Lambat
Subki menjelaskan, lambannya perubahan data desil terjadi karena pengelolaan data tidak sepenuhnya berada di tingkat Pemprov DKI.
Baca Juga: Arti Desil 1-10 di Kelompok Kesejahteraan Keluarga, Mana yang Dapat Bansos?
Data tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola melalui sistem data nasional.
“Jadi agak lama naiknya, agak lama juga turunnya. Sehingga perubahan data desil yang hasil dari sanggah masyarakat juga dinilai sangat lambat,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan warga karena perubahan kondisi ekonomi seseorang tidak selalu langsung tercermin dalam data.
Akibatnya, warga yang seharusnya menerima bantuan atau mengakses program tertentu bisa terkendala karena status desilnya.
Untuk mendorong percepatan perbaikan, Subki juga mengusulkan pembentukan panitia khusus (Pansus) desil di DPRD DKI Jakarta.
Menurutnya, penggunaan data tunggal secara nasional tetap penting untuk memastikan adanya standar pendataan yang sama. Namun, karakteristik sosial dan ekonomi Jakarta dinilai memiliki kekhususan dibandingkan daerah lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga
-
Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka
-
2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?
-
Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek
-
Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?
-
Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan
-
Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan