News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:48 WIB
Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka melaporkan terdapat tiga korban jiwa dari ambruknya gedung ruang tunggu pelabuhan yang diguncang gempa bumi magnitudo (M) 7,7 tersebut. [ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert/sth/nz]
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik kuat mengguncang Kabupaten Manggarai, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sore hari.
  • Bencana alam tersebut menyebabkan 15 warga meninggal dunia dan merusak 305 fasilitas bangunan secara keseluruhan.
  • Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi serta mengimbau warga agar tetap waspada terhadap gempa susulan.

Suara.com - Duka mendalam menyelimuti wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling memprihatinkan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Sabtu sore Pukul 17.45 WIB, laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang masif terus bertambah seiring dengan proses pendataan yang dilakukan oleh otoritas setempat.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 warga dilaporkan meninggal dunia akibat dampak gempa bumi tersebut.

Angka ini mencerminkan betapa dahsyatnya guncangan yang melanda pemukiman warga di wilayah pegunungan dan pesisir Manggarai.

Kehilangan nyawa ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat setempat yang tengah berjuang di tengah situasi darurat.

Pemerintah daerah saat ini fokus pada proses evakuasi korban yang mungkin masih terjebak, serta memberikan layanan pemulasaraan jenazah bagi korban yang telah ditemukan.

Angka 15 korban jiwa ini masih bersifat sementara, mengingat tim gabungan masih menyisir beberapa lokasi terpencil yang akses komunikasinya sempat terganggu pascagempa.

Kerusakan Infrastruktur: 280 Fasilitas Rusak Berat

Selain merenggut nyawa, gempa bumi ini meluluhlantakkan ratusan bangunan di berbagai titik. Skala kerusakan infrastruktur di Kabupaten Manggarai tergolong sangat parah.

Baca Juga: 5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

Berdasarkan rekapan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, tercatat 305 fasilitas mengalami kerusakan.

Data statistik menunjukkan tingkat kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Dari total 305 bangunan tersebut, sebanyak 280 fasilitas masuk dalam kategori rusak berat.

Kondisi ini menandakan bahwa bangunan-bangunan tersebut sudah tidak layak huni atau berbahaya jika ditempati kembali.

Sementara itu, 10 fasilitas dilaporkan rusak sedang, dan 15 lainnya mengalami rusak ringan.

Kerusakan paling banyak terjadi pada fasilitas masyarakat. BPBD mencatat 287 fasilitas masyarakat mengalami kerusakan, terdiri dari 266 rusak berat, delapan rusak sedang, dan 13 rusak ringan.

Sebagian besar dari jumlah ini merupakan rumah tinggal warga yang roboh atau mengalami retakan struktur utama yang sangat fatal akibat guncangan hebat tersebut.

Load More