- Bapeten memastikan 14 fasilitas sumber radiasi pengion di delapan kabupaten NTT aman setelah gempa pada Senin, 17 Agustus 2026.
- Hasil koordinasi menunjukkan gempa bumi di NTT tidak menimbulkan dampak kerusakan maupun kenaikan paparan radiasi pengion di lokasi terdampak.
- Bapeten mengajak masyarakat segera melaporkan potensi gangguan keselamatan fasilitas radiasi melalui saluran komunikasi resmi untuk perlindungan lingkungan.
Suara.com - Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berdampak pada permukiman dan fasilitas umum. Keselamatan sejumlah fasilitas yang memanfaatkan sumber radiasi pengion juga menjadi perhatian pemerintah.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan kondisi sumber radiasi di wilayah terdampak tetap aman. Hasil koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan menunjukkan tidak ditemukan dampak gempa terhadap keselamatan maupun keamanan sumber radiasi pengion.
Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten RI Ishak mengatakan hingga saat ini juga tidak ditemukan adanya kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT akibat gempa.
“Berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan oleh Bapeten dengan pihak pemangku kepentingan, tidak ditemukan adanya dampak gempa di NTT terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah tersebut, serta tidak terjadi kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT sebagai akibat kejadian gempa,” kata Ishak dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (17/8/2026), dikutip dari ANTARA.
Ada 14 Fasilitas di Wilayah Terdampak
Pemantauan Bapeten menjadi penting karena terdapat sejumlah fasilitas di NTT yang menggunakan teknologi radiasi pengion, baik untuk kebutuhan kesehatan maupun industri.
Secara keseluruhan, terdapat 51 fasilitas yang memanfaatkan tenaga nuklir dalam bentuk pemanfaatan radiasi pengion di wilayah NTT.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 fasilitas berada di delapan kabupaten yang terdampak gempa. Fasilitas tersebut tersebar di Kabupaten Ngada, Manggarai, Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Ende, Alor, dan Flores Timur.
Fasilitas pemanfaat radiasi pengion tersebut antara lain berada di lingkungan pelayanan kesehatan maupun sektor industri. Karena itu, kondisi fasilitas dan sumber radiasi di dalamnya menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan setelah gempa.
Baca Juga: Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain
Bapeten memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.
“Bapeten akan terus memperhatikan secara seksama kondisi di lapangan, terutama terkait dengan adanya gempa-gempa susulan,” ujar Ishak.
Radiasi Tidak Meningkat Akibat Gempa
Bapeten menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan, gempa tidak menyebabkan peningkatan paparan radiasi di wilayah NTT.
Kepastian tersebut menjadi penting mengingat sumber radiasi pengion digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk pelayanan kesehatan. Gangguan terhadap fasilitas atau sumber radiasi akibat bencana alam dapat menjadi persoalan keselamatan yang perlu segera ditangani.
Namun, hingga saat ini, Bapeten menyatakan tidak menemukan adanya dampak gempa terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah terdampak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
-
Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur
-
BMW Puncaki Daftar Penjualan Mobil Mewah Meski Pasar Premium Sedang Lesu
-
4 Rekomendasi Obat Totol Flek Hitam Paling Ampuh, Ada yang Hasilnya Kelihatan dalam 7 Hari
-
Eks Member JKT 48 Tegur Keras Anak Buah Erick Thohir: Jujur Aku Kecewa!
-
Solidaritas dengan Korban Gempa Flores, Pemerintah Tunda Pesta Kembang Api di Monas