News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Kerusakan pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka, NTT. (ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/tom)
Baca 10 detik
  • Bapeten memastikan 14 fasilitas sumber radiasi pengion di delapan kabupaten NTT aman setelah gempa pada Senin, 17 Agustus 2026.
  • Hasil koordinasi menunjukkan gempa bumi di NTT tidak menimbulkan dampak kerusakan maupun kenaikan paparan radiasi pengion di lokasi terdampak.
  • Bapeten mengajak masyarakat segera melaporkan potensi gangguan keselamatan fasilitas radiasi melalui saluran komunikasi resmi untuk perlindungan lingkungan.

Suara.com - Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berdampak pada permukiman dan fasilitas umum. Keselamatan sejumlah fasilitas yang memanfaatkan sumber radiasi pengion juga menjadi perhatian pemerintah.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan kondisi sumber radiasi di wilayah terdampak tetap aman. Hasil koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan menunjukkan tidak ditemukan dampak gempa terhadap keselamatan maupun keamanan sumber radiasi pengion.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten RI Ishak mengatakan hingga saat ini juga tidak ditemukan adanya kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT akibat gempa.

“Berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan oleh Bapeten dengan pihak pemangku kepentingan, tidak ditemukan adanya dampak gempa di NTT terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah tersebut, serta tidak terjadi kenaikan paparan radiasi di wilayah NTT sebagai akibat kejadian gempa,” kata Ishak dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (17/8/2026), dikutip dari ANTARA.

Ada 14 Fasilitas di Wilayah Terdampak

Pemantauan Bapeten menjadi penting karena terdapat sejumlah fasilitas di NTT yang menggunakan teknologi radiasi pengion, baik untuk kebutuhan kesehatan maupun industri.

Secara keseluruhan, terdapat 51 fasilitas yang memanfaatkan tenaga nuklir dalam bentuk pemanfaatan radiasi pengion di wilayah NTT.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 fasilitas berada di delapan kabupaten yang terdampak gempa. Fasilitas tersebut tersebar di Kabupaten Ngada, Manggarai, Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Ende, Alor, dan Flores Timur.

Fasilitas pemanfaat radiasi pengion tersebut antara lain berada di lingkungan pelayanan kesehatan maupun sektor industri. Karena itu, kondisi fasilitas dan sumber radiasi di dalamnya menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan setelah gempa.

Baca Juga: Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain

Bapeten memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.

“Bapeten akan terus memperhatikan secara seksama kondisi di lapangan, terutama terkait dengan adanya gempa-gempa susulan,” ujar Ishak.

Radiasi Tidak Meningkat Akibat Gempa

Bapeten menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan, gempa tidak menyebabkan peningkatan paparan radiasi di wilayah NTT.

Kepastian tersebut menjadi penting mengingat sumber radiasi pengion digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk pelayanan kesehatan. Gangguan terhadap fasilitas atau sumber radiasi akibat bencana alam dapat menjadi persoalan keselamatan yang perlu segera ditangani.

Namun, hingga saat ini, Bapeten menyatakan tidak menemukan adanya dampak gempa terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah terdampak.

Load More