- Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menjadi inspektur upacara Hari Kemerdekaan ke-81 RI di Jakarta pada 17 Agustus 2026.
- AMY menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional harus mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat, pembukaan lapangan kerja, serta perbaikan kualitas hidup.
- Indikator ekonomi rakyat dinilai dari kemampuan finansial keluarga mencakup harga kebutuhan, biaya pendidikan, dan kesempatan kerja.
Suara.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh hanya berhenti pada angka-angka statistik.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang dilakukan pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan AMY saat bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Parkir Timur Kantor DPTP PKS, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dalam amanatnya, AMY mengakui adanya kenaikan pertumbuhan ekonomi yang patut disyukuri, namun ia mengingatkan bahwa pertumbuhan bukanlah tujuan akhir dari sebuah pembangunan.
"Kita bersyukur pertumbuhan ekonomi kita terus mengalami kenaikan. Namun, tujuan akhir pertumbuhan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar AMY dikutip dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Ia menekankan bahwa setiap langkah investasi yang masuk ke Indonesia seharusnya mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas. Tanpa itu, pertumbuhan ekonomi akan kehilangan esensi utamanya.
"Pertumbuhan tinggi jika tidak bisa dinikmati rakyat maka tidaklah bermanfaat. Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, AMY menjelaskan bahwa indikator ekonomi yang paling akurat bukanlah data di atas kertas, melainkan daya beli dan kemampuan finansial keluarga di Indonesia.
Ia merinci bagaimana rakyat kecil menilai kondisi ekonomi negara melalui pengeluaran rutin mereka.
Baca Juga: Prabowo Ungkap RAPBN 2027: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun
“Rakyat membaca pertumbuhan ekonomi dari harga beras di pasar, biaya kontrakan rumah, uang sekolah anak, kesempatan mendapatkan pekerjaan, penghasilan yang dibawa pulang ke rumah, serta seberapa banyak yang masih tersisa untuk ditabung, setelah seluruh kebutuhan keluarga dibayarkan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, AMY mengajak seluruh pihak untuk memastikan kebijakan pembangunan selalu berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Baginya, kemerdekaan harus terus diisi dengan upaya menghadirkan keadilan dan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat untuk tumbuh.
Berita Terkait
-
Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027
-
CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis
-
Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027
-
Prabowo Ungkap RAPBN 2027: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun
-
AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
3 Strategi Mentan Amran Agar Kabupaten Alor Lepas dari Garis Kemiskinan
-
Jadwal SIM Keliling Medan 18-23 Agustus 2026, Catat Lokasi dan Syarat Perpanjangnya
-
Rans Entertainment X Utusan Khusus Presiden Galang Bantuan Gempa NTT Dapat Banjir Hujatan
-
Apa Penyebab Motor Susah Distarter? Ini 7 Cara Mengatasinya
-
Bukan Cuma Data, PKS Sebut Indikator Ekonomi Nyata Ada di Harga Beras dan Biaya Sekolah
-
Pabrik Mi di Mojokerto Ludes Dilalap Api, 10 Kontainer Produk Hangus
-
Mengenal Kind Pace, Ruang bagi Perempuan untuk Berlari dan Saling Terhubung
-
Kenapa Banyak Perempuan Takut Mulai Lari? Kisah di Balik Komunitas Kind Pace
-
5 Sandal Outdoor Murah untuk Hiking Ringan, Nyaman dan Anti Slip
-
Perempuan Diduga ODGJ Teriak-Teriak dan Ingin Peluk Bupati Indramayu saat Upacara HUT RI