News / Nasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:41 WIB
Kabinet Bayangan Bersama Petani Kendeng Gelar Upacara Rakyat Peringati Kemerdekaan. (Dok. ist)
Baca 10 detik
  • Masyarakat sipil bersama petani Pegunungan Kendeng menggelar Upacara Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pati pada Senin, 17 Agustus.
  • Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kabinet Bayangan, akademisi, dan tokoh masyarakat guna memperkuat solidaritas serta memperjuangkan kedaulatan rakyat.
  • Acara ini bertujuan memaknai kemerdekaan dari perspektif warga serta menyoroti berbagai persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Suara.com - Sejumlah kelompok masyarakat sipil bersama petani Pegunungan Kendeng memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar Upacara Rakyat di Bukit Selo Montro, Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (17/8).

Upacara tersebut menjadi ruang bagi warga, petani, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga Kabinet Bayangan untuk merayakan kemerdekaan dari perspektif masyarakat.

Kabinet Bayangan turut hadir dalam upacara tersebut. Mereka diwakili Bhima Yudhistira sebagai Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Media Askar sebagai Menteri Perekonomian, Nabiyla Risfa Izzati sebagai Menteri Sosial dan Layanan Dasar, serta Isnawati Hidayah sebagai Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan.

Media Askar mengatakan kehadiran Kabinet Bayangan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan antarkelompok masyarakat yang selama ini memperjuangkan kepentingan warga.

“Kehadiran kami untuk menjadi bagian dari simpul-simpul gerakan rakyat agar saling terhubung,” ujar Media Askar mewakili Kabinet Bayangan.

Upacara dipimpin Gunretno, tokoh masyarakat adat Sedulur Sikep di kawasan Pegunungan Kendeng. Warga dan petani yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) juga mengikuti rangkaian upacara.

Kabinet Bayangan Bersama Petani Kendeng Gelar Upacara Rakyat Peringati Kemerdekaan. (Dok. ist)

Bagi masyarakat Kendeng, peringatan kemerdekaan memiliki makna penting karena selama lebih dari dua dekade mereka mempertahankan kawasan Pegunungan Kendeng dari aktivitas penambangan batuan karst yang dinilai mengancam lingkungan dan ruang hidup warga.

“Upacara ini ada untuk mewujudkan Pancasila agar tidak sekadar menjadi teks,” kata Gunretno, dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Selain Kabinet Bayangan, sejumlah tokoh masyarakat sipil turut menghadiri Upacara Rakyat tersebut. Konferensi Republik diwakili Yanuar Nugroho, sementara Forum Intelektual Antar-Disiplin (FIAD) di antaranya diwakili akademisi Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti.

Baca Juga: Harga Pasukan Berkuda Prabowo Disorot: Benarkah 300 Kuda Warmblood Mencapai Rp300 Miliar?

Bivitri menilai persatuan kelompok masyarakat sipil menjadi semakin penting di tengah berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

“Di tengah situasi negara yang sangat menyulitkan warga, seluruh kelompok harus bersatu dalam setiap perjuangan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Yanuar Nugroho memandang keterlibatan berbagai kelompok dalam Upacara Rakyat merupakan salah satu cara memaknai kemerdekaan secara lebih substantif.

“Terlibat dalam upaya warga berarti memaknai kemerdekaan sebagai keberanian untuk membayangkan dan mewujudkan masa depan mereka sendiri,” katanya.

Zainal Arifin Mochtar menekankan pentingnya menghadirkan perspektif masyarakat dalam memaknai kemerdekaan. Menurut dia, kemerdekaan tidak cukup hanya dilihat melalui perspektif pemerintah atau negara.

“Perlu menghidupkan bagaimana cara rakyat melihat kemerdekaan, bukan hanya cara negara melihat kemerdekaan,” ujarnya.

Load More