News / Metropolitan
Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:24 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin (kanan). Dok KAI
Baca 10 detik
  • PT KAI resmi mengembangkan kawasan Transit-Oriented Development Manggarai di Jakarta Selatan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
  • Pengembangan kawasan seluas 129 hektare ini bertujuan mengintegrasikan stasiun, antarmoda, ruang publik, serta hunian perkotaan.
  • Langkah ini didasarkan pada tingginya mobilitas harian yang melayani sekitar 162 ribu pelanggan di Stasiun Manggarai.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengembangkan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai di Jakarta Selatan.

Pengembangan ini bertujuan memperkuat integrasi antara stasiun, konektivitas pejalan kaki, perpindahan antarmoda, ruang publik, hunian, dan aktivitas perkotaan.

Langkah tersebut didasarkan pada tingginya jumlah masyarakat yang bergantung pada Stasiun Manggarai setiap hari.

Stasiun tersebut saat ini melayani sekitar 162 ribu pelanggan per hari dengan 700 hingga 750 perjalanan kereta api.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut tingginya mobilitas tersebut menjadi dasar penting bagi pengembangan kawasan Manggarai secara lebih terintegrasi.

“Manggarai memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat Jabodetabek. Karena itu, pengembangannya perlu melihat stasiun dan kawasan di sekitarnya sebagai satu kesatuan agar perpindahan antarmoda, akses pejalan kaki, dan aktivitas masyarakat semakin terhubung,” ujar Bobby, Rabu (19/8/2026).

Data KAI mencatat jumlah pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023 tercatat 5.142.739 pelanggan, kemudian naik menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024 atau meningkat sekitar 8,42 persen.

Jumlah tersebut menjadi 5.456.309 pelanggan pada 2025, sementara periode Januari–Juni 2026 telah mencapai 2.716.932 pelanggan.

Baca Juga: Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Peran Stasiun Manggarai turut diperkuat oleh layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta yang jumlah penumpangnya juga terus bertambah.

Layanan tersebut melayani 1.970.531 pelanggan pada 2023, meningkat menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025.

Khusus di Stasiun Manggarai, tercatat 230.314 pelanggan Commuter Line Bandara sepanjang Januari–Juni 2026.

Secara keseluruhan, kawasan TOD Manggarai memiliki delineasi seluas sekitar 129 hektare, dengan sekitar 64 hektare di antaranya merupakan lahan milik KAI.

Pengembangan kawasan ini dilakukan secara bertahap dan diarahkan untuk memperkuat konektivitas dengan KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, Transjakarta, Terminal Manggarai, serta rencana LRT Jakarta.

“KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas di Manggarai diikuti dengan kualitas konektivitas kawasan yang semakin baik. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah menggunakan transportasi publik dan menjalani aktivitas sehari-hari,” tutup Bobby.

Load More