News / Nasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:22 WIB
Gempa di Flores, NTT menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan bangunan rusak. [Antara]
Baca 10 detik
  • Gempa di Kabupaten Ngada merusak 4.914 rumah di 12 kecamatan.
  • Bencana tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, 43 orang luka-luka, dan memaksa 2.551 jiwa mengungsi di 81 titik berbeda.
  • Pemerintah Kabupaten Ngada menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari serta menyalurkan bantuan logistik ke tiga kecamatan terdampak.

Suara.com - Sebanyak 4.914 rumah di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat gempa. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menjauhi wilayah rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Mahadin Sibarani mengatakan, kerusakan rumah tersebut tersebar di 12 kecamatan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan.

“Kerusakan rumah di Kabupaten Ngada tersebar di 12 kecamatan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan,” kata Mahadin di Kupang, Kamis (20/8/2026).

Gempa juga merusak berbagai fasilitas publik.

BPBD mencatat satu perkampungan di Kampung Dhokudou/Tololela, Desa Manubhara, 12 titik ruas jalan, 55 kantor pemerintahan, 41 fasilitas kesehatan, enam fasilitas kesehatan hewan, 85 satuan pendidikan, serta 32 rumah ibadah turut terdampak.

Selain kerusakan bangunan, gempa menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 43 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 16 orang mengalami luka berat, tiga luka sedang, dan 24 lainnya luka ringan.

Korban telah ditangani oleh petugas kesehatan,” ungkap Mahadin.

2.551 Warga Mengungsi

Dampak gempa juga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah.

Baca Juga: 3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Sebanyak 2.551 jiwa dari 1.425 kepala keluarga kini mengungsi di 81 titik pengungsian.

Pengungsian tersebut tersebar di Kecamatan Riung sebanyak 67 titik, Bajawa dua titik, dan Aimere 12 titik.

Pemerintah Kabupaten Ngada telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 30 hari, mulai 15 Agustus hingga 15 September 2026.

Dalam masa tanggap darurat, BPBD terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak tinggal di dalam rumah yang belum dipastikan aman serta menjauhi kawasan yang rawan longsor.

Masyarakat yang berada di wilayah pesisir juga diminta mengungsi sementara sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.

Bantuan Logistik Terus Disalurkan

Di tengah penanganan bencana, distribusi bantuan kebutuhan dasar terus dilakukan. Bantuan logistik dan sembako telah disalurkan ke tiga kecamatan, yakni Riung, Riung Barat, dan Aimere.

Mahadin kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati apabila terjadi gempa susulan.

“Hingga saat ini penanganan sudah dilakukan dan pendataan masih terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan dampak gempa di Kabupaten Ngada,” katanya. (Antara)

Load More