News / Nasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan pengecekan kondisi sarana dan aktivitas pelayanan pascagempa di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). (ANTARA/HO-Kemendagri)
Baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian meninjau Pelabuhan Laurentius Say di Sikka, NTT.
  • Operasional pelabuhan tetap normal meski bangunan rusak karena didukung sistem digitalisasi cadangan yang handal.
  • Kementerian PU akan melakukan asesmen struktur bangunan pelabuhan setelah situasi gempa menjadi stabil sepenuhnya.

Suara.com - Aktivitas pelayanan di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan normal meski sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat gempa.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengecek langsung kondisi sarana dan aktivitas pelayanan pelabuhan pascagempa, Kamis (20/8/2026).

Tito mengatakan operasional pelabuhan tetap dapat berjalan karena sistem digitalisasi pelayanan telah dilengkapi mekanisme cadangan. Dengan sistem tersebut, pelayanan dapat dialihkan ke lokasi sementara apabila terjadi gangguan jaringan internet.

"Keterangan dari Pak Kepala Syahbandar ini operasional tetap berjalan. Kan ada sistem digitalisasinya sudah punya backup. Jadi dapat dialihkan ketika ada internet di tempat sementara," kata Tito dikutip dari ANTARA.

Tito bersama jajaran juga mendengarkan laporan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago terkait kondisi bangunan pelabuhan setelah gempa.

Meski sejumlah bagian bangunan rusak, layanan embarkasi maupun debarkasi disebut telah kembali normal. Dalam bencana tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Kerusakan pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka, NTT. (ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/tom)

Bangunan Pelabuhan Akan Diasesmen

Di sisi lain, Tito mengingatkan potensi gempa susulan masih perlu diantisipasi.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa dengan skala lebih kecil masih mungkin terjadi dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Baca Juga: Tim Dokter UGM Berangkat ke NTT, Fokus Petakan Kebutuhan Medis Korban Gempa

Untuk memastikan keamanan bangunan pelabuhan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan asesmen setelah kondisi gempa dinilai cukup stabil.

Asesmen tersebut diperlukan untuk menentukan apakah bagian bangunan yang rusak masih dapat diperbaiki atau harus dibongkar.

"Apakah strukturnya masih kuat atau tidak. Kalau strukturnya masih kuat, maka tinggal pembangunan dinding, interior, atap, dan lain-lain. Tapi kalau strukturnya tidak kuat, ya mau nggak mau harus dibongkar supaya strukturnya betul-betul kokoh," ujarnya.

Tito juga menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dalam gempa tersebut. Pemerintah pusat, kata dia, akan terus berada di tengah masyarakat untuk mempercepat penanganan dampak bencana.

Kehadiran pemerintah pusat, menurut Tito, merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar jajaran kementerian dan lembaga hadir langsung di wilayah terdampak bencana di NTT.

Selain memperbaiki sarana yang rusak, pemerintah juga terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, mulai dari pangan, air minum, listrik, hingga jaringan komunikasi.

Tito memahami sebagian warga masih mengalami trauma akibat gempa. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak memaksakan warga kembali ke rumah apabila mereka belum merasa aman.

Menurutnya, warga yang memilih bertahan di luar rumah harus tetap mendapatkan bantuan dan dukungan selama masa tanggap darurat.

"Kita jangan paksa mereka masuk ke dalam. Karena ini gempa sebulan bisa saja terjadi," pungkasnya.

Load More