- Ketua Umum Bang Japar Fahira Idris mengajak masyarakat menjaga kondusifitas Jakarta pada Agustus 2026.
- Organisasi Bang Japar bersama Aliansi Masyarakat Jakarta akan menggelar Apel Siaga pada 27 Agustus 2026.
- Fahira Idris mengimbau warga bijak menggunakan media sosial agar tidak terprovokasi informasi tanpa konteks.
Suara.com - Ketua Umum Bang Japar sekaligus Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas ibu kota pada bulan Agustus ini.
Fahira mengatakan, menjaga Jakarta adalah bagian fundamental dari sejarah dan pengabdian Bang Japar.
Komitmen ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban secara fisik, tetapi juga mencakup pemberdayaan serta solusi konkret bagi warga Jakarta yang membutuhkan pendampingan.
“Bang Japar meneguhkan komitmen Jaga Jakarta. Bagi kami, menjaga Jakarta berarti menjaga masyarakatnya, persatuannya, lingkungannya, fasilitas publiknya, serta memastikan warga merasa aman, terbantu, dan tidak sendirian ketika menghadapi persoalan. Jakarta adalah rumah kita bersama, sehingga harus kita rawat dengan kepedulian, persaudaraan, dan cara-cara yang damai,” ujar Fahira Idris dalam konferensi pers Bang Japar Jaga Jakarta di Markas Komando Pusat Bang Japar, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Fahira, konsep 'Jaga Jakarta' adalah implementasi langsung dari semboyan perjuangan Bang Japar, yakni "Berbuat dan Bermanfaat".
Ia menilai, menjaga sebuah kota metropolitan sebesar Jakarta tidak bisa hanya dimaknai sempit sebagai upaya pengamanan wilayah.
Lebih luas dari itu, menjaga Jakarta mencakup perjuangan membantu warga mendapatkan keadilan, mempermudah akses layanan kesehatan, memperkuat ekonomi keluarga, hingga menjaga kelestarian budaya dan kehidupan sosial keagamaan yang harmonis.
Sebagai bentuk penguatan komitmen tersebut, Bang Japar dijadwalkan akan berkolaborasi dengan berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta.
Mereka akan menggelar Apel Siaga Jaga Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca Juga: Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif
Senator asal Jakarta ini menekankan bahwa keterlibatan Bang Japar dalam apel tersebut adalah kelanjutan dari kiprah panjang organisasi dalam merawat kedamaian kota.
Ia juga menepis anggapan kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan konfrontasi dengan kelompok tertentu.
“Apel Siaga Jaga Jakarta bukan gerakan untuk membangun ketegangan dan bukan mobilisasi untuk melawan siapa pun. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengingatkan bahwa Jakarta merupakan rumah kita semua. Rumah ini harus dijaga dengan gotong royong, dialog, ketertiban, dan semangat persaudaraan,” jelasnya.
Menanggapi dinamika di media sosial, Fahira Idris mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan warga kota besar, untuk lebih bijak dalam memproses informasi.
Ia memperingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang tidak jelas sumbernya atau video yang dipotong tanpa konteks yang jelas.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Mari menjaga ruang demokrasi tetap sehat, damai, tertib, dan beradab,” ungkap aktivis perempuan ini.
Fahira menegaskan bahwa gerakan Jaga Jakarta bukanlah sebuah momentum sesaat atau sekadar seremonial satu kali apel.
Ini adalah dedikasi jangka panjang untuk memastikan kehadiran organisasi Bang Japar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Jakarta secara konsisten.
“Bang Japar akan terus menjaga Jakarta dengan berbuat dan bermanfaat. Kita jaga kotanya, kita bantu warganya, kita rawat persaudaraannya, dan kita kuatkan masyarakatnya. Bang Japar tidak boleh hanya besar dalam nama, tetapi harus semakin besar dalam manfaat,” pungkas Fahira Idris.
Berita Terkait
-
Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
Pramono Anung dan Deklarasi 'Kerja Otak': Saat Gorong-gorong Tak Lagi Jadi Panggung Pemimpin Jakarta
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla
-
Gedung Bapenda DKI Terbakar Lagi! Ruang Arsip Lantai 11 Hangus, Petugas Masih Siaga Pendinginan
-
Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi