News / Nasional
Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pembentukan satgas khusus Karhutla di Kalimantan belum diperlukan pada Minggu, 23 Agustus 2026.
  • Pemerintah memilih memperkuat koordinasi lintas sektor serta menambah personel dan peralatan di lapangan daripada membentuk struktur baru.
  • Tiga batalyon pasukan militer serta sejumlah menteri telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat pemadaman kebakaran.

Suara.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai bahwa pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan belum diperlukan.

Menurutnya, sistem koordinasi lintas sektor yang ada saat ini sudah berjalan dengan sangat solid.

Prasetyo menjelaskan, bahwa pemerintah saat ini lebih fokus pada penguatan dukungan peralatan dan personel di lapangan daripada membentuk struktur baru.

"Saya kira belum ya, karena kemarin hasil dari lapangan, apa namanya, penanganan yang itu juga sudah koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat ya. Kemudian kalaupun ada keperluan penambahan beberapa peralatan, termasuk heli untuk water bombing, kemudian termasuk sampai APD dan penambahan pasukan semua sudah dikerjakan," ujar Prasetyo di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengerahkan kekuatan militer untuk membantu proses pemadaman di titik-titik api.

Strategi yang digunakan adalah melakukan penanganan secara bersama-sama oleh berbagai instansi.

"Dan hari ini penambahan personel dari tiga batalyon juga sudah berada di lokasi. Memang kita sama-sama kita keroyok. Insyaallah enggak perlu kita bikin satgas khusus," tegasnya.

Mengenai koordinasi tingkat tinggi, Prasetyo menyebutkan sejumlah pejabat setingkat menteri telah diterjunkan untuk memantau wilayah-wilayah tertentu.

Hal ini dilakukan guna mempercepat pengambilan keputusan dan tindakan di lapangan.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini

"Ya ada Pak Menko, Pak Menko Polhukam ada, Pak Menko PM juga ada di situ. Nah, kita bagi semua. Ada Kasad juga bertanggung jawab terhadap satu wilayah. Tapi jangan juga diartikan tidak bertanggung jawab dengan daerah yang lain lho ya nanti. Ini hanya membagi atensi supaya koordinasinya kita percepat gitu penanganan," pungkas Prasetyo.

Load More