Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:56 WIB
Karhutla di lahan gambut Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]
  • Kemenkes menyiapkan surat edaran pada Rabu 26 Agustus 2026 untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh demi melindungi siswa dari karhutla.
  • Kebijakan pembelajaran jarak jauh diterapkan berdasarkan peningkatan Indeks Standar Pencemar Udara di berbagai wilayah terdampak asap karhutla yang berbahaya.
  • Pemerintah daerah bersama orang tua diminta memantau kualitas udara serta mengurangi aktivitas luar ruangan untuk mencegah gangguan kesehatan anak.

“Adanya PM 2,5 yang tinggi, tingkat pajanannya sangat luas, karena di mana-mana udara itu ada tidak ada batasan, dan kelompok rentan menjadi perhatian kita sama-sama karena gampang terkena penyakit, dan ini perlunya respons cepat kita semua,” katanya.

Menurut Then, risiko kesehatan akibat paparan polusi udara tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi polutan. Durasi aktivitas dan kerentanan individu juga turut menjadi faktor.

Berbagai gangguan kesehatan dapat timbul akibat paparan tersebut, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan mata dan kulit, serta peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Kemenkes Dorong Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan

Untuk mencegah dampak kesehatan akibat karhutla, Kemenkes mendorong masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Masyarakat juga diminta memantau kualitas udara serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Selain itu, Kemenkes mendorong adanya ketersediaan obat-obatan dan fasilitas layanan kesehatan. Evaluasi serta skrining kesehatan secara berkala juga menjadi bagian dari upaya mencegah dampak kesehatan akibat karhutla.

Dengan memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah, Kemenkes menyiapkan surat edaran yang salah satunya mendorong pengurangan aktivitas luar ruangan melalui PJJ. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi kelompok rentan dari paparan asap karhutla.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com