BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:23 WIB
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/foc]
  • Kepala BRIN Arif Satria menyatakan lembaganya mengkaji tepung singkong sebagai alternatif pemadam kebakaran hutan dan lahan di Jakarta pada 28 Agustus 2026.
  • Secara teoritis dan hipotesis, penggunaan tepung singkong tersebut terbukti memungkinkan untuk memadamkan api berdasarkan hasil kajian ilmiah BRIN.
  • Tim BRIN dan Polri saat ini sedang mempersiapkan uji coba lanjutan guna menguji efektivitasnya pada skala kebakaran yang lebih luas.

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) belum memastikan efektivitas tepung singkong sebagai bahan baku untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BRIN saat ini masih melakukan kajian.

"Ya ini makanya, itu kan practicality yang dilakukan oleh masyarakat ya. Nah tugas BRIN itu memang segala praktik yang ada di masyarakat, yang sudah dipraktikkan itu kita kaji secara saintifik. Ini bener apa tidak," kata Kepala BRIN Arif Satria di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Arif mengatakan salah satu fungsi BRIN adalah dalam rangka menginkubasi teknologi. Ia berujar BRIN melakukan validasi terhadap temuan teknologi-teknologi dari masyarakat, termasuk soal tepung singkong untuk bahan baku memadamkan karhutla, pengganti air.

"Nah ternyata memang secara teori hipotesis, yes, betul. Nah tapi sekarang yang harus kita pikirkan adalah untuk skala berapa. Ya kan skala kebakaran hutan kan luas sekali. Nah itu untuk skala yang besar, inilah tantangan kita," kata Arif.

"Dan sekarang ini tim Polri dengan tim BRIN sedang sedang menyiapkan itu, melakukan kajian dan juga akan melakukan uji coba ya. Ya mohon doanya, moga-moga ini bisa bisa cepat berhasil ya," sambung Arif.

Ia mengatakan saat ini tinggal bagaimana Polri dan BRIN bekerja sama melakukan uji coba untuk berbagai skala.

"Ya karena kan yang saat ini kita lihat kan baru skala kecil ya. Nah sekarang bagaimana untuk skala besar. Untuk skala besar kan kemudian dari sisi apa namanya campuran-campuran zat-zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus di harus pakai alat-alat tertentu. Nah sekarang sedang sedang dikaji ya," tutur Arif.

Kaji Tepung Singkong

Api membakar lahan di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/foc]

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan kajian terkait tepung singkong sebagai bahan baku alternatif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan cara "ubi bombing".

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan tepung singkong memang memungkinkan untuk digunakan sebagai material memadamkan api.

"Ya, BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan," kata Arif di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Arif mengatakan BRIN kekinian sudah berkoordinasi dengan Polri dalam rangka menyiapkan tepung singkong menjadi bahan baku untuk memadamkan karhutla.

"Nah sekarang persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya ya," kata Arif.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com