Foto / News
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:36 WIB
Seorang nelayan mencari ikan di Sungai Kahayan yang diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym]
Kendaraan melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym]
Pengendara melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym]
Sebuah perahu melintas di Sungai Kahayan yang diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym]

Suara.com - Seorang nelayan mencari ikan di Sungai Kahayan yang diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan data citra satelit Himawari-9 pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat 13:00 WIB terdeteksi asap di wilayah Kalimantan Tengah dengan sebaran bergerak ke arah barat laut dan utara.

Pemkot Palangka Raya juga menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP pada 28, 29, dan 31 Agustus 2026 akibat memburuknya kualitas udara.

Kondisi udara di Palangka Raya bahkan masuk kategori berbahaya. Data pemantauan menunjukkan PM2.5 mencapai 494,9 mikrogram per meter kubik, seiring kabut asap karhutla yang menyelimuti wilayah tersebut. [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym]

Load More