- Banjir bandang akibat gletser runtuh di perbatasan Nepal-Tibet tewaskan ratusan orang dan ribuan hilang.
- Pasangan peziarah asal California berhasil selamat usai melompat dari bus dan menaiki gunung.
- Rombongan penyintas bertahan hidup di kandang kambing sebelum dievakuasi menggunakan helikopter penyelamat.
Jalur pendakian yang licin dan penuh bebatuan material longsor memperberat upaya evakuasi mandiri para peziarah. Venkatesan menggambarkan rute penyelamatan tersebut penuh bahaya fisik.
"Sempit dan sangat licin dengan lumpur dan batu serta bebatuan dan semuanya," kata Venkatesan.
Seluruh rombongan peziarah menghabiskan malam di sebuah kandang kambing bersama warga lokal dan wisatawan lain. Helikopter penyelamat baru tiba memindahkan mereka ke lokasi aman pada keesokan harinya.
Keberhasilan seluruh penumpang bus selamat dari sapuan banjir besar menjadi hal yang patut disyukuri. Pengalaman lolos dari maut ini memberikan pandangan hidup baru bagi mereka.
"Fakta bahwa kami selamat tidak kurang dari sebuah keajaiban," kata Venkatesan.
"Ini memperkuat pemikiran saya tentang hidup," kata Venkatesan.
"Berbuat baiklah, lakukan yang baik, berpikirlah yang baik, dan serahkan sisanya kepada siapa pun yang ada di atas kita. Hanya itu yang bisa saya katakan."
Bencana alam di kawasan Pegunungan Himalaya ini terjadi akibat kehancuran mendadak dinding gletser yang memicu aliran air dalam jumlah sangat masif ke lembah-lembah di sekitarnya. Peristiwa ini menghancurkan rute perbatasan utama antara Nepal dan wilayah otonom Tibet di China.