News / Nasional
Senin, 31 Agustus 2026 | 17:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih pada 30 Juli 2025 [Simpkopdes.go.id]
Baca 10 detik
  • Poltracking Indonesia menyampaikan hasil survei nasional terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Program KDMP dikenal oleh 76,9 persen masyarakat namun belum mendapatkan kepercayaan publik yang optimal.
  • Sebanyak 55,6 persen responden menyatakan tidak yakin program andalan Presiden Prabowo tersebut mampu mencapai tujuannya.

Suara.com - Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ternyata belum sepenuhnya mendapat kepercayaan publik. Meski sudah dikenal oleh 76,9 persen masyarakat, mayoritas justru tidak yakin program andalan Presiden Prabowo Subianto itu mampu mencapai tujuan yang diharapkan.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan tingkat pengenalan masyarakat terhadap KDMP memang tergolong tinggi. Namun, tingginya popularitas tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat keyakinan publik terhadap manfaat program.

"Tingkat dikenalnya lumayan tinggi, 76,9 persen," kata Yuda dalam tayangan Poltracking TV dalam acara Membaca Tren Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Senin (31/8/2026).

Sebaliknya, ketika publik ditanya mengenai keyakinan terhadap kemampuan KDMP sebagai penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, hasilnya justru berbanding terbalik.

Sebanyak 55,6 persen responden menyatakan tidak yakin terhadap kemampuan KDMP mencapai tujuan tersebut.

"Ternyata yang yakin lebih sedikit atau yang tidak yakinnya lebih besar, 55,6 persen," ujarnya.

Yuda menilai angka tersebut menunjukkan masih kuatnya keraguan masyarakat terhadap pelaksanaan KDMP.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah karena koperasi desa tersebut merupakan salah satu program prioritas yang diandalkan pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Publik tidak yakin bahwa KDMP itu bisa seperti yang diharapkan. Ini lagi-lagi menjadi persepsi peringatan bagi pemerintah untuk lebih hati-hati," pungkas Yuda.

Baca Juga: Kepuasan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Terus Merosot, Kini Tinggal 55,1 Persen

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Load More