- Indonesia Police Watch menyoroti dugaan keterlibatan ormas dalam kerusuhan demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
- Insiden kekerasan tersebut mengakibatkan seorang warga sipil bernama Bambang Setiawan meninggal dunia akibat pengeroyokan.
- IPW mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus kematian korban tanpa pandang bulu.
Suara.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti dugaan pelibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam penanganan demonstrasi yang berujung kerusuhan pada 27 Agustus 2026. IPW menilai tindakan tersebut berpotensi menjadi praktik vigilante atau main hakim sendiri.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan penertiban massa aksi seharusnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum, bukan kelompok sipil. Menurutnya, pembiaran kekerasan yang dilakukan warga sipil terhadap warga sipil lainnya merupakan persoalan hukum.
"Kemunculan massa misterius saat demo itu merupakan pengamanan liar untuk membubarkan aksi dan seharusnya diantisipasi oleh pihak kepolisian," kata Teguh kepada wartawan, Selasa, (1/9/2026).
Teguh bahkan menyamakan pola pengerahan massa sipil untuk membubarkan demonstrasi dengan praktik Pam Swakarsa pada masa Orde Baru yang dinilai berpotensi menciptakan konflik horizontal.
Atas kondisi tersebut, Teguh menilai kepolisian gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai aparat penegak hukum.
Terlebih, kerusuhan tersebut menyebabkan seorang warga, Bambang Setiawan, meninggal dunia setelah diduga dikeroyok sekelompok massa.
IPW meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian Bambang tanpa pandang bulu, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
"Sebenarnya polisi adalah penjaga demokrasi dan karena itu polisi harus bisa memastikan bahwa kekerasan oleh kelompok sipil pada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya pada DPR maupun pemerintah tidak boleh terulang," ujarnya.
Teguh juga mempertanyakan penetapan 49 orang sebagai tersangka dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Ia meminta polisi menjelaskan apakah para tersangka itu turut mencakup pihak yang diduga terlibat dalam kematian Bambang.
Baca Juga: Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa
Selain itu, IPW meminta polisi memanggil Ketua Umum GRIB Jaya Hercules untuk dimintai keterangan terkait spekulasi kehadirannya di lokasi kerusuhan.
"Itu harus dijelaskan karena di publik telah santer disebutkan kelompok dari GRIB JAYA membawa kayu dan terlihat melakukan pemukulan pada demo 27 Agustus 2026 hingga 28 Agustus 2026 dini hari," ungkap dia.
Reporter: Alif Bintang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Penumpang KRL BNI City Melonjak 326 Persen di Hari Pertama Pengalihan Stasiun Karet
-
Bahas Rumah Rakyat di Hambalang, Prabowo Ingin Hunian Tak Sekadar Bangunan Tapi Nyaman
-
Mirip Pam Swakarsa, Pelibatan Ormas Bubarkan Demo Bisa Picu Konflik Horizontal!
-
Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
-
Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Status Naik Jadi Siaga
-
Satgas PASTI Ungkap 5 Modus Penipuan Online yang Paling Sering Merugikan Masyarakat
-
Simpang Gramedia Jogja Memanas, Warga dan Massa Aksi Sempat Cekcok
-
Gerak Cepat, Respons Tepat: Kilang Plaju Perkuat Kesiapan Fire Brigade Hadapi Kondisi Darurat
-
Listrik Sempat Padam Lalu Menyala, 23 Rumah di Asrama Mattoanging Makassar Ludes Terbakar
-
Rekor Terbanyak! 7.500 Lebih Atlet Pelajar Siap Guncang Popda Jateng 2026