- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengumumkan tiga agenda utama partai di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
- AHY menegaskan komitmen partainya dalam memajukan ekonomi berkeadilan, menegakkan keadilan sosial, serta menjaga demokrasi Indonesia yang bermartabat.
- Acara sarasehan 25 tahun partai tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden ke-11 Boediono beserta para akademisi.
Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan tiga agenda utama perjuangan partainya: memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
Hal ini disampaikan AHY dalam Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dalam refleksi dua dekade setengah perjalanan partai, AHY menekankan bahwa dinamika politik boleh berubah, namun jati diri Demokrat sebagai pelayan rakyat tidak boleh goyah.
“Yang jelas, di tengah-tengah perubahan dunia, perubahan politik Indonesia, ada satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu Demokrat harus selalu dekat dan bersama dengan rakyat. Ini yang menjadi kekuatan perjuangan kita,” ujar AHY seperti dikutip dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Terkait agenda ekonomi, AHY yang kini menjabat sebagai Menko Infrastruktur menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus selaras dengan pemerataan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.
Ia mendorong Indonesia untuk keluar dari middle income trap melalui pembangunan yang inklusif.
“Kita ingin membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu tidak lengkap jika tidak diikuti dengan kesejahteraan bersama,” tegas AHY.
“Empowering people, connecting regions, sustaining generations. Sustainability juga menjadi satu paket. Isu lingkungan tidak boleh menjadi isu pinggiran. Dalam setiap agenda pembangunan harus kita letakkan di situ," sambungnya.
Dalam pilar keadilan, AHY menyoroti pentingnya kesetaraan kesempatan bagi kelompok masyarakat lemah, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Baca Juga: AHY Soroti Ketahanan Air dalam Pameran Solusi Air, Energi, dan Lingkungan
"Demokrat harus selalu memperjuangkan itu, apalagi bagi masyarakat yang lemah. Keadilan bukan hanya berarti di mata hukum, tetapi juga bagaimana masyarakat Indonesia memiliki kesetaraan untuk mendapatkan economic opportunity yang baik agar bisa naik kelas,” kata AHY.
Menurutnya, ketidakadilan adalah persoalan yang lebih menyakitkan bagi rakyat ketimbang kemiskinan itu sendiri.
“Dan sejatinya, masyarakat mungkin masih bisa menerima ketika hidupnya belum terlalu sejahtera. Tapi sulit menerima ketika diperlakukan tidak adil. Jadi keadilan ini sangat hakiki dan ini harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Sebagai penutup agenda perjuangannya, AHY menegaskan demokrasi adalah jalan bermartabat menuju kemajuan bangsa. Ia berkomitmen menjaga kebebasan yang bertanggung jawab serta melibatkan generasi muda dalam proses demokrasi.
"Kita ingin memastikan bahwa di Indonesia tetap subur, matang demokrasi itu agar bangsa kita semakin bermartabat dan berkeadaban,” ujar AHY.
Baginya, identitas partai sangat melekat pada nilai ini.
“Demokrat juga tidak ingin lepas, apalagi namanya saja Demokrat. Tidak mungkin demokrasi tidak menjadi bagian penting, atau tidak menjadi agenda penting dari perjuangan ke depan," pungkasnya.
Sarasehan yang dihadiri Wakil Presiden RI ke-11 Boediono dan sejumlah akademisi ternama ini diharapkan menjadi referensi kebijakan partai ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?