News / Internasional
Rabu, 02 September 2026 | 16:27 WIB
Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Iran menggempur pangkalan AS di empat negara menggunakan rudal dan pesawat nirawak.

  • Serangan IRGC diluncurkan sebagai aksi balasan atas pengeboman acara pernikahan di Kuhestak.

  • Tragedi pengeboman AS di Selat Hormozgan menewaskan lima orang dan melukai 68 warga.

Suara.com - Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran terhadap barisan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak pada Rabu. Langkah tegas ini diambil usai jet tempur AS membom acara pernikahan di wilayah pesisir Selat Hormuz hingga menewaskan lima warga sipil.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi penggunaan kombinasi rudal dan pesawat nirawak untuk menghancurkan pusat komando lawan. Hantaman paling mematikan diarahkan langsung ke Markas Besar AS di Pangkalan Ali Al Salem, Kuwait.

Eskalasi militer ini menandai babak baru konflik terbuka antara Teheran dan Washington di kawasan Timur Tengah. IRGC mengklaim sejumlah personel militer Amerika tewas dalam operasi balasan serentak tersebut.

Rudal Iran (Tasnimnews)

"Sebagai tanggapan atas kejahatan ini, para pejuang pemberani dari pasukan darat IRGC, bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Erbil (Irak), dan Bahrain, hari ini meluncurkan serangan ke markas besar dan lokasi komando AS di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait dengan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone)," demikian Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Rabu.

IRGC menyebutkan bahwa sejumlah orang tewas dalam serangan tersebut.

Aksi militer Teheran dipicu oleh tragedi kemanusiaan yang terjadi pada Selasa di Kuhestak, Distrik Sirik. Jet tempur AS menjatuhkan bom tepat di tengah kerumunan tamu undangan pesta pernikahan lokal.

Insiden berdarah di kawasan Selat Hormuz tersebut membantai sedikitnya lima warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Data korban diprediksi masih terus bergerak seiring proses evakuasi di lokasi kejadian.

Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi menyebut korban luka akibat serangan AS di wilayahnya itu melonjak menjadi 68 orang.

"Jumlah korban luka dalam serangan militer AS terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, meningkat jadi 68," kata Nafisi dikutip kantor berita pemerintah, Selasa.

Baca Juga: Tak Ada Kalah - Menang, Perang AS-Iran Justru Alami Jalan Buntu dengan Biaya Militer Membengkak

Sebelumnya, Nafisi mengatakan korban tewas dalam serangan di Kuhestak tersebut mencapai empat orang.

Ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz memuncak setelah militer AS meningkatkan aktivitas tempurnya di wilayah kedaulatan Iran. Insiden pengeboman acara pernikahan di Kuhestak menjadi titik balik yang menyulut kemarahan publik serta jajaran pimpinan militer Teheran.

Konflik ini memperluas arena pertempuran hingga melibatkan empat negara tetangga yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat. Kondisi keamanan di kawasan Teluk kini berada pada level paling siaga sepanjang tahun ini.

Load More