Orang Dewasa Singapura Ramai-ramai Pamit dari Dunia Nyata, Pilih Komunikasi via Game Online

Kamis, 03 September 2026 | 09:53 WIB
Warga dewasa menarik diri dari kehidupan sosial (CNA)
  • Kasus warga dewasa terisolasi di Singapura meningkat tajam berdasarkan data lembaga layanan sosial.

  • Pekerja sosial memanfaatkan game online dan Discord untuk mendekati warga yang mengisolasi diri.

  • Kecemasan, depresi, dan ekspektasi sosial menjadi penyebab utama fenomena isolasi mandiri ini.

"Banyak dari remaja terisolasi atau orang dewasa terisolasi ini memiliki kondisi psikiatri terkait seperti kecemasan sosial dan depresi. Beberapa dari mereka mungkin memiliki sifat autis, dan semua ini cenderung mendorong individu tersebut untuk lebih nyaman menarik diri secara sosial," ungkap Prof Wong.

Ia menambakan bahwa hilangnya momentum di usia muda akan memicu dampak jangka panjang bagi masa depan mereka.

"Jika mereka melewatkan beberapa pencapaian ini, hal itu dapat berdampak pada perkembangan mereka dalam pendidikan, karier profesional, atau keterampilan vokasional. Begitu mereka melewatkan jendela penting ini, sulit bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan," tegasnya.

Pemicu isolasi pada kelompok dewasa umumnya bersumber dari tekanan dunia kerja, perceraian, kegagalan karier, atau trauma masa lalu. Selain itu, tuntutan peran gender dalam budaya Asia juga menempatkan pria pada posisi yang lebih rentan terhadap stres ekstrem.

Associate Professor Psikologi James Cook University Singapura, Dr. Patrick Lin, menyuarakan hal senada mengenai beban ekspektasi sosial.

"Sering kali itu karena dalam masyarakat Asia... pria seharusnya lebih membantu keluarga, dan orang tua memang memiliki lebih banyak ekspektasi. Dan mungkin karena stres itu, dari ekspektasi itu... jika mereka merasa tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut, mereka cenderung memilih untuk menarik diri," terang Dr. Lin.

Fenomena orang dewasa terisolasi kerap merupakan kelanjutan dari masalah penarikan diri yang sudah dialami sejak masa remaja namun tidak ditangani secara tuntas. Deteksi pada usia dewasa jauh lebih sulit karena mereka tidak lagi berada dalam sistem sekolah yang memantau kehadiran atau perubahan perilaku.

Sebagian warga dewasa bahkan mampu menyembunyikan kondisi isolasi mereka demi memenuhi tuntutan ekonomi atau dorongan keluarga. Tanpa adanya intervensi dini, isolasi yang berlarut-larut berisiko menciptakan kelompok lansia yang terasing serta menambah beban mental bagi orang tua yang terus merawat mereka.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com