- Pansus Papua DPD RI berkomitmen menyelesaikan konflik dan pelanggaran HAM di Papua secara adil dan nyata.
- Pansus berencana turun langsung ke wilayah Papua untuk mendengar aspirasi korban dan masyarakat secara objektif.
- Komnas HAM mendukung penuh langkah Pansus DPD RI dalam mengatasi dampak konflik serta pengungsi internal di Papua.
Suara.com - Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI menegaskan komitmennya untuk mengawal penyelesaian konflik keamanan dan persoalan kemanusiaan di Tanah Papua secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan pemulihan hak korban pelanggaran HAM masa lalu maupun peristiwa aktual memberikan dampak nyata di lapangan.
Ketua Pansus Papua DPD RI, Yorrys Raweyai, menekankan bahwa penanganan persoalan HAM di Papua tidak boleh terjebak pada tataran laporan administratif semata.
Ia mendesak negara untuk hadir memberikan kepastian hukum dan pemulihan bagi para korban.
“Persoalan HAM di Tanah Papua tidak boleh berhenti pada laporan dan wacana. Negara harus hadir memastikan korban mendapatkan pemulihan, kepastian hukum, dan jaminan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi,” tegas Yorrys di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Yorrys juga memberikan atensi khusus pada konflik keamanan yang masih berlangsung dan mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan sipil serta ribuan warga mengungsi.
Ia meminta setiap peristiwa yang mengandung unsur pelanggaran HAM segera diusut tuntas.
“Setiap korban harus didengar dan setiap peristiwa yang diduga mengandung pelanggaran HAM harus diusut secara serius dan tuntas. Jangan sampai konflik yang terus terjadi membuat penderitaan masyarakat sipil kembali menjadi angka-angka statistik,” ujarnya.
Guna menghasilkan rekomendasi yang konkret, Pansus Papua DPD RI berencana turun langsung ke daerah terdampak di wilayah Papua Tengah, Papua Barat Daya, hingga Papua Selatan.
Baca Juga: Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua
Yorrys menegaskan pentingnya mendengar aspirasi dari akar rumput secara langsung.
“Pansus Papua tidak ingin mengambil kesimpulan dari balik meja. Kami akan mendengar langsung suara korban, masyarakat adat, tokoh agama, pemerintah daerah, aktivis HAM, dan seluruh elemen masyarakat Papua agar rekomendasi yang lahir benar-benar berpijak pada kondisi di lapangan,” kata Yorrys.
Selain isu keamanan, Pansus juga menyoroti dampak Program Strategis Nasional (PSN) terhadap hak masyarakat adat. Yorrys mengingatkan agar kemajuan ekonomi tidak mengorbankan hak ulayat masyarakat.
“Pembangunan memang penting, tetapi pembangunan tidak boleh dibayar dengan hilangnya hak masyarakat adat. Kemajuan Papua harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap HAM dan perlindungan hak-hak masyarakat,” tegasnya.
“Menjaga keutuhan NKRI dan menghormati HAM bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus berjalan bersama," sambungnya.
Langkah DPD RI ini mendapat dukungan penuh dari Komisioner Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro.
Atnike menilai situasi di sejumlah wilayah Papua belum sepenuhnya pulih dari kekerasan yang berdampak pada munculnya pengungsi internal yang kehilangan layanan dasar.
"Konflik di Papua belum sepenuhnya pulih. Dampaknya bukan hanya korban jiwa, tetapi juga persoalan sosial-ekonomi dan pengungsi internal yang kehilangan akses terhadap hak-hak dasar,” tegas Atnike.
Atnike memastikan Komnas HAM siap bersinergi dengan Pansus Papua DPD RI dalam mendorong pemulihan situasi keamanan dan kemanusiaan.
Berita Terkait
-
Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua
-
Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua
-
Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang
-
Baku Tembak di Yahukimo: 4 Anggota OPM Batalyon Eden Sawi Tewas saat Markasnya Digerebek
-
Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
Terkini
-
5 Varian Sunscreen SKIN1004 Sesuai Kebutuhan Kulit, Nyaman Dipakai Harian
-
Pansus DPD RI Komitmen Cari Solusi Permanen Soal Konflik dan HAM Papua
-
Korsleting Berulang, Kebakaran Jakarta Tak Kunjung Reda: Apa Masalahnya?
-
Konsolidasi BUMN Karya Dimulai, Brantas Abipraya Buang 29 Anak Usaha
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Tegaskan Bukan Hadiah, Kejagung Terima Opini WTP ke-10 dari BPK RI
-
5 Rekomendasi Sepatu Lari Pria Terbaik untuk Pemula, Bantalan Responsif dan Nyaman
-
Cara Mendapatkan Asuransi Mobil Gratis Melalui Lelang Kendaraan AUKSI
-
Pemprov Riau Berencana Kembali Buka Program Pemutihan Pajak Kendaraan
-
Emas Termasuk Logam atau Mineral? Ini Penjelasan Sainsnya