News / Nasional
Jum'at, 04 September 2026 | 15:26 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) berbincang dengan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kanan) usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/kye]
Baca 10 detik
  • Denny Indrayana menyelenggarakan sayembara ijazah Gibran senilai hampir Rp7 miliar yang berakhir 9 September 2026.
  • Hingga mendekati penutupan, belum ada pihak yang berhasil menunjukkan bukti fisik dokumen pendidikan Gibran tersebut.
  • Denny menyatakan langkah hukum selanjutnya berfokus pada pembatalan status pencalonan atau diskualifikasi wakil presiden terpilih.

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, kembali memberikan perkembangan terbaru mengenai sayembara yang ia gagas terkait keabsahan ijazah Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.

Memasuki hari-hari terakhir menjelang penutupan, nilai hadiah yang dijanjikan bagi siapa saja yang mampu membuktikan keabsahan dokumen pendidikan Gibran telah menyentuh angka yang sangat fantastis, yakni hampir Rp7 miliar.

Namun, Denny mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun pihak yang datang membawa bukti fisik dokumen tersebut.

Denny Indrayana menegaskan bahwa inisiatif ini bukan didasari oleh sentimen pribadi terhadap sosok Gibran, melainkan sebagai upaya untuk menegakkan integritas aturan main dalam kontestasi kepemimpinan nasional.

Menurutnya, kepatuhan terhadap persyaratan administratif adalah fondasi utama dalam menjaga marwah demokrasi di Indonesia.

“Bukan terkait pribadi Gibran, tapi bagaimana kita menghormati aturan main salah satunya adalah persyaratan calon untuk maju sebagai pemimpin nasional,” ujar Denny dikutip dari YouTube Denny Indrayana, Jumat (4/9/2026).

Denny Indrayana memberikan peringatan bahwa waktu bagi publik untuk berpartisipasi dalam sayembara ini sudah sangat terbatas.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, sayembara tersebut akan resmi berakhir pada pekan depan. Denny menyebut masih tersisa enam hari sebelum sayembara tersebut ditutup.

Ketegasan mengenai batas waktu ini dimaksudkan agar ada kepastian hukum dan kejelasan sikap dari pihak-pihak yang selama ini mengklaim memiliki bukti otentik.

Baca Juga: Hadiah Tembus Rp7 Miliar! Denny Indrayana Tantang Bukti Ijazah Gibran Sebelum Sayembara Ditutup

Akumulasi dana yang terkumpul dalam sayembara ini terus membengkak seiring berjalannya waktu.

Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam menambah nilai hadiah menunjukkan betapa besarnya atensi publik terhadap isu transparansi dokumen pendidikan pejabat publik.

Ia juga menyebut nilai yang telah terkumpul saat ini hampir mencapai Rp7 miliar. Dana tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk tambahan dana segar dari Gerakan Masyarakat Kebenaran dan Keadilan (GMKR).

“Sayembaranya tinggal 6 hari. Sudah hampir 6 miliar per hari ini, ditambah 1 miliar. Sudah hampir 7 miliar dari GMKR,” katanya.

Meskipun nilai hadiah sudah sangat menggiurkan dan mampu menarik perhatian jutaan pasang mata, Denny menyayangkan fakta di lapangan yang menunjukkan nihilnya partisipasi dalam hal pembuktian.

Belum ada pihak, baik dari tim sukses maupun pendukung, yang secara resmi menyodorkan dokumen ijazah SLTA atau sederajat milik Gibran yang menjadi inti dari polemik ini.

Load More