News / Nasional
Minggu, 06 September 2026 | 22:08 WIB
Warga tunjukan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Banten mencatat dua warga Kabupaten Serang dirawat di rumah sakit akibat gangguan pernapasan karena abu vulkanik pada Minggu.
  • Pemerintah daerah menyiagakan seluruh Puskesmas selama 24 jam serta memastikan pengobatan gratis bagi warga melalui fasilitas BPJS Kesehatan.
  • Masyarakat diimbau memakai masker dan kacamata serta membatasi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari bahaya abu vulkanik.

Suara.com - Paparan Abu Vulkanik, Dua Warga Serang Dirujuk ke Rumah SakitDinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat dua warga Kabupaten Serang harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan kedua warga tersebut kini dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Serang.

Meski telah ada warga yang harus mendapat perawatan di rumah sakit, Ati menyebut kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tingkat Puskesmas masih relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

"Hingga hari ini, kasus ISPA yang sudah dirujuk baru dua orang ke rumah sakit. Sementara untuk di Puskesmas sendiri, kasus ini dilaporkan belum mengalami peningkatan yang signifikan," ujarnya di Serang, seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).

Dinkes Banten kini meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat sebaran abu vulkanik.

Seluruh Puskesmas di Banten disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan. Tim Gerak Cepat (TGC) juga ditempatkan dalam status siaga untuk merespons apabila terjadi peningkatan kasus secara tiba-tiba.

Ati memastikan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan biaya pengobatan. Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Banten disebut telah mencapai 98,84 persen.

Bagi warga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, pemerintah daerah akan memfasilitasi akses pengobatan sehingga tetap dapat memperoleh layanan medis secara gratis.

Di tengah paparan abu vulkanik, masyarakat juga diminta meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: 8 Bandara Ditutup Dampak Abu Gunung Anak Krakatau

"Kami mengimbau masyarakat wajib memakai masker dan kacamata jika beraktivitas di luar, serta meminimalisir penggunaan transportasi saat kepadatan abu vulkanik meningkat guna menghindari risiko gangguan pernapasan kronis," paparnya.

Menurut Ati, abu vulkanik mengandung berbagai partikel kimiawi yang dapat membahayakan kesehatan, terutama apabila terhirup dalam jangka waktu tertentu.

Karena itu, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah ketika konsentrasi abu vulkanik meningkat dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan gangguan pernapasan.

Load More