Gunung Ile Lewotolok Erupsi 2 Kali Dalam 34 Menit, Kolom Abu Tembus 600 Meter!

Senin, 07 September 2026 | 08:28 WIB
Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PPG Ile Lewotolok
  • Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, dua kali erupsi pada Senin (7/9/2026) pagi.
  • Kedua letusan gunung tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 600 meter disertai suara dentuman dan abu kelabu tebal.
  • Status aktivitas vulkanik berada pada Level Waspada sehingga masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius dua hingga tiga kilometer.

Suara.com - Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi dalam selang sekitar 34 menit pada Senin (7/9/2026) pagi. Dalam dua letusan tersebut, kolom abu sama-sama mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.

Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 05.41 Wita. Kolom abu membubung sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara serta barat daya. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 42 detik.

Letusan pertama juga disertai suara dentuman dengan intensitas sedang.

Tak berselang lama, erupsi kedua terjadi pada pukul 06.15 Wita. Ketinggian kolom abu kembali mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 mdpl.

Pada erupsi kedua, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar satu menit enam detik.

"Letusan kedua disertai dentuman dengan intensitas lemah," ujarnya.

Status Masih Level Waspada

Stanislaus mengatakan status aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok saat ini berada pada Level II atau Waspada.

Dengan status tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki dan wisatawan, diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Masyarakat juga diminta tidak memasuki sektor selatan dan tenggara dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

Selain erupsi, masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

"Masyarakat juga diimbau menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," katanya.

Pemerintah daerah dan masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api tersebut. (Antara)

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com