News / Metropolitan
Senin, 07 September 2026 | 14:09 WIB
Pengendara sepeda motor memakai masker yang dibagikan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (7/9/2026). Pembagian masker tersebut untuk melindungi pernapasan warga dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus mengantisipasi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.
Baca 10 detik
  • Dokter menyarankan masyarakat mengenakan pakaian tertutup untuk melindungi kulit dari iritasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Masyarakat tetap wajib memakai tabir surya minimal SPF 30 pada kulit bersih sebelum beraktivitas di luar ruangan.
  • Warga harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami iritasi parah akibat paparan abu vulkanik.

Masyarakat juga disarankan tidak menggosok kulit yang terkena abu. Jika paparan terjadi, abu sebaiknya dibilas dan dibersihkan secara lembut.

Bila abu sedang banyak, masyarakat sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan dengan menutup jendela dan pintu.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, serta orang dengan eksim atau kulit sangat sensitif.

Jika setelah terpapar abu muncul kemerahan berat, pembengkakan, rasa terbakar yang kuat, luka atau lepuh, maupun keluhan yang tidak membaik setelah dibersihkan, masyarakat disarankan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Dan tentunya kesehatan kulit hanya salah satu aspek. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah," pungkasnya.

Load More