Puluhan Penerbangan dari Singapura ke Jakarta Batal, Buntut Letusan Gunung Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 12:46 WIB
Situasi Bandara Changi Singapura, Maret 2020. [AFP]
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu pembatalan puluhan penerbangan rute Singapura-Jakarta.

  • Singapore Airlines dan Scoot membatalkan total 31 penerbangan pada 6 September.

  • Pengelola Bandara Changi meminta calon penumpang memantau status keberangkatan secara berkala.

Suara.com - Letusan hebat Gunung Anak Krakatau mendadak melumpuhkan konektivitas udara antara Singapura dan Jakarta. Imbas letusan gunung berapi tersebut memaksa puluhan jadwal penerbangan antarnegara mendadak dibatalkan.

Eskalasi bahaya debu vulkanik kini memicu penumpukan calon penumpang dalam jumlah besar di Bandara Changi. Penutupan jalur penerbangan dilakukan demi menghindari risiko keselamatan penerbangan akibat jarak pandang dan material abu.

Dikutip dari The Straits Times, sejumlah maskapai penerbangan internasional langsung mengambil tindakan darurat untuk mengamankan operasional armada mereka. Langkah pencegahan ini memicu kekacauan jadwal pada rute komersial paling sibuk di Asia Tenggara tersebut.

Situasi Bandara Changi Singapura, Maret 2020. [AFP]

Singapore Airlines (SIA) mengonfirmasi pembatalan sedikitnya 19 penerbangan dari dan menuju Jakarta pada 6 September. Rute yang terdampak mencakup penerbangan pagi hingga malam hari, seperti SQ950, SQ952, SQ956, SQ953, SQ955, hingga SQ968D.

Langkah serupa diambil oleh anak perusahaan berbiaya murah milik SIA, Scoot, yang membatalkan 12 penerbangan pada hari yang sama, termasuk nomor penerbangan TR274, TR275, TR276, TR277, TR308, dan TR309.

Dampak penyebaran material erupsi tidak hanya memukul maskapai nasional Singapura semata. Sejumlah maskapai komersial lain yang melayani rute regional terpaksa merombak total jadwal operasional harian mereka.

Maskapai TransNusa, Citilink, Garuda Indonesia, dan Batik Air turut menyesuaikan operasional penerbangan mereka. Penyesuaian ini mencakup penundaan hingga penjadwalan ulang rute penerbangan domestik maupun internasional.

Kondisi darurat ini memicu imbauan khusus bagi seluruh calon penumpang yang berada di kawasan bandara. Otoritas penerbangan meminta masyarakat aktif mengonfirmasi status keberangkatan mereka secara mandiri.

Pengelola Bandara Changi mengimbau seluruh calon penumpang untuk terus memantau pembaruan status penerbangan dari masing-masing maskapai secara berkala. Pemantauan berkala diperlukan guna mengantisipasi perubahan jadwal susulan akibat dinamika aktivitas vulkanik.

Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda memang memiliki catatan sejarah erupsi yang kerap mengganggu jalur udara regional. Debu vulkanik hasil letusan sangat berbahaya bagi mesin pesawat karena dapat menyebabkan mati mesin mendadak saat mengudara.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com