Pasang Kuda-kuda, Poros Cikeas dan Solo Mulai Siapkan Posisi Menuju 2029

Kamis, 10 September 2026 | 18:11 WIB
Ilustrasi pemilu. [Ist]
  • Analis politik Selamat Ginting menyatakan Poros Cikeas dan Poros Solo mulai menunjukkan posisi politik pada Kamis (10/9/2026).
  • Poros Solo dikaitkan dengan jaringan politik Jokowi, sedangkan Poros Cikeas dihubungkan dengan jaringan politik SBY melalui AHY.
  • Kedua poros kekuatan politik tersebut memiliki persamaan karena sama-sama berada di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - Analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas) Doktor Selamat Ginting menilai dua kekuatan politik, yakni Poros Cikeas dan Poros Solo, mulai menunjukkan posisi masing-masing menjelang Pilpres 2029.

Menurut Selamat Ginting, langkah tersebut terlihat dari manuver politik yang mulai dilakukan meski kontestasi Pilpres 2029 masih jauh.

"Ini artinya sebuah kuda-kuda posisi, persiapan menjelang 2029," kata Ginting dalam tayangan YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (10/9/2026).

Ginting kemudian mengaitkan kedua poros tersebut dengan jaringan politik Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Poros Solo dikaitkan dengan jaringan Jokowi, sedangkan Poros Cikeas mengarah kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dikaitkan dengan jaringan SBY.

"Misalnya Poros Solo itu dibaca Golkar kemungkinannya begini tentu dikaitkan dengan jaringan politik Jokowi dan pernyataan Budi Arie menjelang peristiwa 27 Agustus kemarin. Sementara Poros Cikeas diarahkan kepada AHY yang memang jaringan politik mantan Presiden Yudhoyono," ujarnya.

Menurut Ginting, terdapat persamaan penting di antara kedua kekuatan tersebut karena sama-sama memiliki keterkaitan dengan pemerintahan sebelumnya dan kini berada di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Yang menarik dari kedua poros itu ya baik Cikeas maupun Solo sama-sama berada di pemerintahan Prabowo," katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peta politik untuk 2029 sudah mulai dibentuk sejak sekarang, meskipun masa pemilihan masih beberapa tahun lagi.

"Bahwa dinamika politik 2029 bergerak dari sekarang ya, tidak menunggu 2029," ujar Ginting. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com