- PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu di KTT BRICS New Delhi pada 12 September 2026.
- Kedua pemimpin membahas masalah kebakaran hutan di Indonesia yang memicu kabut asap lintas batas dan berdampak pada kualitas udara Malaysia.
- Anwar dan Prabowo juga mendiskusikan konflik di Asia Barat serta membahas undangan kunjungan resmi untuk menyelesaikan isu bilateral.
Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto membahas isu kebakaran hutan serta perkembangan konflik di Asia Barat di sela-sela KTT Pemimpin BRICS ke-18 di New Delhi.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana meningkatnya perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang memicu kabut asap hingga berdampak ke sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia.
Anwar mengatakan, persoalan kebakaran hutan menjadi salah satu isu yang dibicarakan ketika dirinya berbincang dengan Prabowo dalam jamuan makan malam KTT BRICS, Sabtu (12/9/2026).
“Dengan Presiden Prabowo, kami juga berkesempatan membahas isu kebakaran hutan, serta perkembangan konflik di Asia Barat yang membutuhkan konsensus dan aksi bersama,” kata Anwar melalui unggahan di media sosialnya.
Pembahasan kebakaran hutan menjadi perhatian khusus karena musim kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sedang berlangsung cukup serius.
Asap dari kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra dilaporkan turut memengaruhi kualitas udara di negara-negara tetangga.
Malaysia menjadi salah satu negara yang ikut terdampak ketika kabut asap dari Indonesia terbawa angin lintas batas.
Kondisi tersebut sebelumnya telah memicu perhatian pemerintah Malaysia terhadap kualitas udara dan dampaknya terhadap masyarakat.
Selain persoalan kebakaran hutan, Anwar dan Prabowo juga menyinggung perkembangan konflik di Asia Barat.
Menurut Anwar, kedua persoalan tersebut membutuhkan kesepakatan serta kerja sama antarnegara.
Pertemuan itu juga dimanfaatkan Anwar untuk kembali mengundang Prabowo berkunjung ke Malaysia.
Undangan tersebut berkaitan dengan upaya membahas sekaligus menyelesaikan sejumlah persoalan bilateral yang masih menjadi perhatian kedua negara.
“Saya juga memperbarui undangan kepada Prabowo untuk mengunjungi Malaysia pada kesempatan paling awal guna membahas dan menyelesaikan beberapa persoalan bilateral yang masih tertunda,” ujar Anwar.