- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pendaftaran Agen Perlinsos di Jakarta pada Senin (14/9/2026) bukanlah pembukaan lapangan pekerjaan baru.
- Pemerintah merekrut masyarakat sebagai relawan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk mendata warga sekitar yang layak menerima bantuan sosial.
- Inisiatif relawan ini bertujuan membantu pemerintah memastikan tidak ada warga berhak yang terlewat dari pendataan bantuan sosial.
Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pendaftaran Agen Perlinsos bukan sebagai pembukaan lapangan pekerjaan baru. Masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai Agen Perlinsos nantinya berperan sebagai relawan untuk membantu warga yang berhak menerima bantuan sosial (bansos) tidak terlewat dari pendataan.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul menyusul adanya informasi yang mempromosikan Agen Perlinsos seolah-olah sebagai pekerjaan baru yang dapat menghasilkan pendapatan. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar.
"Agen perlinsos ini sudah ada itu yang promosi, ini seperti membuka lapangan pekerjaan baru. Bahkan ada yang siap jadi agen untuk menjadi agen perlinsos dengan membayar sekian-sekian, itu semua hoax. Ini relawan-relawan yang kita ingin memastikan mereka yang berhak (dapat bansos) ini terdata, tidak terlewat," kata Gus Ipul di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Gus Ipul membenarkan bahwa pemerintah memang sedang membuka kesempatan bagi masyarakat yang bersedia menjadi Agen Perlinsos. Namun, status mereka sebagai relawan yang bertugas mendata dan mengidentifikasi warga di lingkungan sekitar yang dinilai layak mendapatkan bantuan sosial.
Agen Perlinsos juga diarahkan untuk membantu dari lingkungan terdekat. Para relawan dapat memperhatikan kondisi tetangga di sekitar yang mungkin selama ini belum menerima bansos meski sebenarnya memenuhi kriteria sebagai penerima.
"Jadi ini bukan lapangan pekerjaan, tapi ini adalah undangan untuk bersedia menjadi relawan, menjadi agen perlinsos. Tugasnya membantu tetangga-tetangganya terlebih dulu yang mungkin berhak mendapatkan bantuan sosial. Maka kita beri nama ini Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Mari kita mulai dari tetangga-tetangga kita dulu," ucapnya.
Ia mengatakan keberadaan relawan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat membantu pemerintah menemukan warga yang selama ini belum masuk dalam pendataan penerima bantuan.
"Tetangga-tetangga kita dulu mungkin ada mereka yang selama ini belum mendapatkan bantuan sosial. Padahal mereka layak untuk mendapatkan bantuan sosial. Bisa dibantu oleh agen-agen perlinsos," tuturnya.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan turut berperan dalam memperbaiki ketepatan sasaran program perlindungan sosial. Agen Perlinsos menjadi penghubung di tingkat lingkungan untuk membantu menemukan warga yang membutuhkan dan berpotensi belum terdata.