Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB
Ilustrasi Band Kotak. (Instagram)
  • Konser Kotak di Kota Tua Jakarta Barat pada 13 September 2026 dihentikan karena kepanikan zat misterius berbau busuk.
  • Petugas mengonfirmasi zat tersebut adalah serbuk iritan yang disebar terduga pelaku untuk memicu pencopetan di tengah kerumunan.
  • Aparat gabungan berhasil mengevakuasi korban sesak napas serta mengamankan terduga pelaku ke Polsek Subsektor Pinangsia.

Suara.com - Konser grup musik Kotak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu (13/9/2026) terpaksa dihentikan usai timbul kepanikan akibat tebaran zat misterius berbau busuk yang memicu sesak napas.

Peristiwa terjadi saat band Kotak tampil sebagai penutup rangkaian acara Aice Got Talent 2 yang digelar di sana kemarin malam.

Vokalis Kotak, Tantri Syalindri, membeberkan kronologi penghentian aksi panggungnya yang terjadi di tengah tembang hits mereka melalui akun media sosial pribadinya.

"Mohon maaf harus tiba-tiba menghentikan konser karena ada oknum yang mengeluarkan gas cukup menyengat di antara kerumunan penonton. Dua kali, yang pertama sudah diperingatkan, namun terulang di lagu Pelan-Pelan Saja," kisahnya.

Tantri menegaskan, pelepasan zat tak kasat mata itu berdampak langsung pada fisiknya hingga turut menyebabkan sejumlah penonton pingsan di depan panggung.

"Saya tidak sanggup melanjutkan karena batuk dan sesak akibat hal ini. Banyak penonton juga yang pingsan terkena gas tersebut," lanjut dia.

Menepis spekulasi liar yang bergulir, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Denny Aputra meluruskan bahwa zat iritan tersebut bukan berasal dari gas air mata.

"Itu bukan gas air mata, melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak napas," papar Denny saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Provokator di konser Band Kotak. (Tangkapan layar)

Penyebaran serbuk disinyalir merupakan siasat jahat terduga pelaku untuk memantik anarki kerumunan massa demi meraup keuntungan pribadi.

"Terduga pelaku diduga ingin buat ramai agar melakukan hal lainnya seperti pencopetan," jelas Denny.

Aparat gabungan bersama satuan pengamanan acara diklaim bergegas melakukan evakuasi medis guna memitigasi ekses gangguan pernapasan pengunjung.

Dalam kesempatan yang sama, mereka juga mengamankan terduga pelaku penyebar serbuk yang membuat kegaduhan.

"Area dalam waktu 15 menit kami sterilkan, dan pelaku diamankan ke Polsek Subsektor Pinangsia. Secara teknis, pelaku sudah ditahan," papar Denny.

Pihak pengelola pun memastikan seluruh pengunjung yang sempat terpapar dampak serbuk telah memperoleh pertolongan pertama sebelum akhirnya pulang.

"Malam kemarin yang terdampak langsung dipulangkan dalam keadaan selamat," tandas Denny.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com