Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago. (ANTARA)
  • Pengamat politik Arifki Chaniago menyatakan Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara pada Selasa, 15 September 2026.
  • Pergantian posisi tersebut dilakukan karena gaya komunikasi blak-blakan Purbaya berpotensi memicu ketidakpastian pasar serta ketidaknyamanan di kalangan elite politik.
  • Akumulasi pernyataan sensitif Purbaya mengenai Pramono Anung, proyek Whoosh, dan Danantara dinilai memunculkan persoalan politik bagi pemerintahan.

Oleh karena itu, Arifki menilai gaya komunikasi menjadi salah satu pertimbangan Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya dengan Suahasil. Menurutnya pergantian tersebut lebih tepat dilihat sebagai akumulasi, bukan akibat satu kontroversi tertentu. 

“Terlalu sederhana kalau mengatakan Purbaya diganti hanya karena satu pernyataan. Tetapi kalau gaya komunikasi tersebut berulang kali menimbulkan pertanyaan di pasar dan ketidaknyamanan di kalangan elite, tentu biaya politiknya semakin besar,” ujar Arifki.

Arifki menegaskan, persoalannya bukan semata-mata Purbaya terlalu banyak bicara, melainkan posisi yang membuat setiap perkataannya memiliki efek berantai.

 “Blak-blakan bisa menjadi modal popularitas, tetapi belum tentu menjadi modal stabilitas. Untuk seorang Menteri Keuangan, kemampuan mengelola komunikasi sama pentingnya dengan kemampuan mengelola kebijakan. Kalau pasar mulai bertanya-tanya dan elite mulai merasa tidak nyaman, persoalannya sudah bergeser dari sekadar gaya bicara menjadi persoalan politik pemerintahan,” tutur Arifki.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com