Tak Hanya Prabowo, Kata Goblok Pernah Diucapkan Presiden Indonesia yang Dilengserkan dengan Tragis

Sabtu, 19 September 2026 | 09:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Puncak Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 18 September 2026. (presidenri.go.id)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto menyindir sejumlah pakar dalam pidatonya di Jakarta International Convention Center pada Jumat (18/9/2026).
  • Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menyoroti pentingnya peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak Indonesia.
  • Penggunaan kata tersebut memiliki sejarah serupa dengan yang pernah diucapkan Presiden Soekarno dalam autobiografi dan pidatonya.

Artinya, bentuk dan penggunaannya sudah terdokumentasi dalam tradisi leksikografi Jawa setidaknya sejak paruh pertama abad ke-20.

Yang menarik ucapan goblok yang disampaikan oleh Prabowo Subianto juga pernah dilontarkan presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Soekarno sendiri menggunakan kata tersebut dalam autobiografinya.

Pada buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, Soekarno menceritakan seorang wartawan yang menurutnya goblok karena menulis bahwa nama awalnya adalah Ahmad.

“Sekali ada seorang wartawan goblok yang menulis, bahwa nama awalku adalah Ahmad.” tulis Cindy Adams di buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia halaman 36.

Tak hanya itu, Soekarno pun pernah mengucap kata goblok dalam forum resmi.

Dalam pidato di Sidang Paripurna Kabinet Dwikora di Bogor pada 6 November 1965, Soekarno menyebut wartawan yang menurutnya menyebarkan berita tidak benar dengan istilah Belanda “stommelingen”, yang dalam sumber sejarah tersebut diterjemahkan sebagai kata goblok.

“Engkau punya wartawan itu stommelingen (goblok)!” kata Soekarno seperti dikutip dari buku Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965–Pelengkap Nawaksara.

Soekarno dilengserkan dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia melalui pencabutan mandat oleh MPRS pada 12 Maret 1967 usai peristiwa G30S. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com