-
Empat siswa asrama tewas dan satu kritis tertabrak kereta Rajadhani Express di Srikakulam.
-
Para korban tertabrak saat menyeberang rel kereta api usai memancing di lokasi banjir.
-
Menteri Utama N Chandrababu Naidu menyampaikan duka cita dan memerintahkan pemberian bantuan keluarga.
Suara.com - Nasib naas menimpa 5 anak sekolah penghuni asrama pemerintah di Distrik Srikakulam, Andhra Pradesh, India yang tertabrak kereta saat melintasi jalur rel pada Rabu siang. Empat di antaranya tewas seketika di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya menderita luka kritis.
Bahaya memancing di genangan banjir usai badai siklon berujung petaka saat para remaja berusia di bawah 20 tahun ini hendak kembali ke asrama. Ketidaksiagaan melihat kedatangan kereta api menjadi pemicu utama kecelakaan maut di area Ravivalasa tersebut.
Tragedi ini menyoroti minimnya kewaspadaan keselamatan masyarakat di sekitar jalur kereta api saat bencana alam terjadi. Dikutip dari India Today, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan siswa tingkat menengah atau SMP yang berasal dari desa sekitar.
Kepolisian mendatangi lokasi kecelakaan sekitar pukul 13.00 waktu setempat setelah mendapat laporan dari warga. Kepala Kepolisian Distrik Srikakulam, KV Maheshwar Reddy, mengonfirmasi tempat kejadian berada di wilayah Tekkali.
Para korban melintasi rel kereta tanpa menyadari bahaya yang mengintai dari arah berlawanan. Kereta Rajadhani Express rute Bhubaneswar menuju Gunupur melaju cepat dan langsung menghantam rombongan tersebut.
Petugas menyatakan para siswa tidak menyadari kedatangan kereta yang melintas dengan kecepatan tinggi. Benturan keras membuat 4 remaja tewas secara mendadak di tempat kejadian perkara.
Identitas empat korban meninggal dunia terkonfirmasi atas nama Visakharavu, Dileep, Sharath, dan Shiva. Tubuh para korban langsung dievakuasi oleh tim penolong tak lama setelah insiden.
Satu-satunya korban selamat diidentifikasi sebagai Solomon Raj yang mengalami luka sangat parah. Tim medis segera membawanya ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan darurat.
Seluruh korban tercatat sebagai penghuni asrama pemerintah khusus SC dan ST di wilayah Tekkali. Mayoritas dari mereka berasal dari Desa Damaru yang terletak di Mandal Tekkali.
Aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengatur proses otopsi. Langkah hukum ini diambil guna melengkapi berkas penyelidikan penyebab kecelakaan.
Menteri Utama N Chandrababu Naidu menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa para pelajar. Beliau turut memberikan ucapan belasungkawa langsung kepada keluarga korban.
Jajaran pejabat daerah telah melaporkan kronologi rinci insiden memilukan tersebut kepada kepala daerah.
Menteri Utama langsung memerintahkan jajarannya bergerak cepat di lapangan untuk membantu para korban.
Korban selamat Solomon Raj saat ini masih dalam penanganan intensif tim dokter rumah sakit lokal. Kondisinya terus dipantau secara ketat oleh pihak medis dan kepolisian.
Penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta di balik musibah tragis ini. Hasil otopsi dan pemeriksaan saksi diharapkan memperjelas detail kejadian secara menyeluruh.
Insiden ini terjadi setelah hujan deras akibat badai siklon memicu genangan air banjir di beberapa wilayah Srikakulam. Kondisi tersebut memicu kelima remaja untuk pergi memancing mengisi waktu di area genangan banjir.
Asrama pemerintah tempat para korban tinggal berada di kawasan Tekkali yang berdekatan dengan lintasan kereta. Kurangnya perlintasan sebidang yang aman membuat warga sering nekat menyeberangi jalur rel secara langsung.