Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Selasa, 22 September 2026 | 21:24 WIB
Foto udara alat berat membersihkan jalan akibat dampak banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/bar]
BACA 10 DETIK
  • Banjir bandang melanda Kabupaten Solok pada Senin, 21 September, akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.
  • Satu korban ditemukan meninggal dunia, satu orang masih dicari, serta puluhan warga terluka dan mengungsi.
  • Bencana tersebut merusak sekitar 100 rumah warga, 21 mobil, tujuh motor, dan 11 bangunan perkantoran pemerintah.

Suara.com - Satu korban banjir bandang di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Kabupaten Solok.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebelumnya terdapat dua warga yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut.

Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa petang, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu warga lainnya masih belum ditemukan.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari dua warga yang hilang.

"Saat ini ada dua korban yang belum ditemukan," kata Berton di Jakarta, Selasa.

Pencarian dilakukan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Tim SAR menyusuri aliran sungai dan memeriksa tumpukan lumpur serta material yang terbawa arus banjir.

Selain korban meninggal dan hilang, bencana tersebut menyebabkan satu warga mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan.

Banjir bandang juga berdampak terhadap sekitar 100 rumah warga serta sejumlah bangunan pemerintahan di kawasan Arosuka.

Kerusakan juga terjadi pada kendaraan warga. BPBD Kabupaten Solok mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang.

Sebanyak 11 kantor pemerintahan turut terdampak. Material lumpur dan kayu juga menutup akses jalan serta sejumlah fasilitas di sekitar kompleks pemerintahan Kabupaten Solok.

Dampak bencana turut memaksa warga mengungsi. BNPB sebelumnya memperkirakan sekitar 50 warga membutuhkan tempat pengungsian.

Sementara itu, data BPBD Kabupaten Solok pada Selasa pagi mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa telah mengungsi di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah.

Perbedaan jumlah tersebut merupakan perkembangan pendataan warga terdampak yang masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

Hingga Selasa, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan. Selain operasi SAR, petugas juga melakukan evakuasi, pembersihan material lumpur dan kayu, serta pendataan dampak banjir bandang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com