Muthowwif Sindir Jemaah Lansia, Kemenhaj Pikirkan Sanski Blacklist

Senin, 28 September 2026 | 15:00 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026). [Suara.com/Novian]
BACA 10 DETIK
  • Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan sanksi daftar hitam disiapkan bagi muthowwif penyindir jemaah lansia.
  • Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan proses tabayyun dan pemanggilan untuk memeriksa muthowwif yang diduga melanggar etika.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 28 September 2026.

Suara.com - Kementerian Haji dan Umrah bakal memberikan sanksi tegas terhadap muthowwif yang diduga menyindir jemaah umrah lanjut usia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya akan meminta muthowwif tersebut untuk di-blacklist, baik di travel maupun dalam penyelenggaraan ibadah haji, bila terbukti melanggar.

"Iya, saya sudah sampaikan supaya ada blacklist terhadap yang bersangkutan apabila kemudian itu melanggar etika terkait dengan fungsi yang bersangkutan sebagai muthowwif yang selalu, seharusnya membimbing jemaah haji," kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026).

Dahnil mengingatkan, sebagai pembimbing jemaah, muthowwif seharusnya mengutamakan kesabaran serta menjalankan fungsi-fungsi bimbingan sebagaimana mestinya.

"Tapi tentu ada tabayyun dulu, dipanggil, kemudian diminta keterangan dan sebagainya. Saya sudah minta pihak Kantor Urusan Haji kita di Arab Saudi dan teman-teman Dirjen penyelen pengendalian ibadah haji di dalam negeri," kata Dahnil.

Dahnil menegaskan bahwa Kemenhaj memiliki standar tertentu bagi seorang muthowwif. Standar tersebut ditentukan melalui Ditjen Bina Penyelenggara Haji dan Umrah.

"Nah itu fungsi-fungsi pembinaan ada di Dirjen itu. Nanti kita konfirmasi lagi atau tabayyun lah kepada yang bersangkutan," kata Dahnil.

Sementara itu, mengenai para pelajar atau mahasiswa Indonesia di Mesir dan Mekkah yang turut menjadi muthowwif, Dahnil menekankan agar mereka menjunjung tinggi etika.

"Jadi fungsi bimbingan harus di kedepankan. Jadi mereka muthowwif itu mestinya membimbing jemaah. Jadi pastikan kemudian perilaku, kemudian akhlak, ya sabar dalam membimbing jemaah. Toh mereka juga dapat insentif lah dalam setiap bimbingan-bimbingan itu," kata Dahnil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com