KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

Rabu, 30 September 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi bullying. [KlikKaltim.com]
BACA 10 DETIK
  • KPAI melakukan pengawasan langsung terhadap kasus dugaan perundungan siswa SMP di sekolah internasional kawasan Serpong.
  • Sekolah sempat mempertemukan orang tua korban dan terduga pelaku sebagai bentuk penanganan internal atas kejadian tersebut.
  • KPAI meminta sekolah kembali memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak agar korban mendapat keadilan serta efek jera.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta penanganan kasus dugaan perundungan terhadap siswa SMP di sekolah internasional kawasan Serpong, Tangerang Selatan, tidak berhenti pada mediasi internal sekolah.

KPAI menyebut pihak sekolah sebelumnya telah memanggil orang tua terduga pelaku dan mempertemukannya dengan orang tua korban untuk membahas kasus tersebut.

Ketua KPAI Aris Adi Leksono mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan langsung ke satuan pendidikan tersebut dan menerima penjelasan dari pihak sekolah mengenai penanganan kasus.

"Kami sudah melakukan pengawasan ke satuan pendidikan yang dimaksud dan pihak sekolah sudah memberikan penjelasan atas kejadian dugaan bullying tersebut," kata Aris saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Aris, sekolah menyampaikan bahwa kasus dugaan perundungan tersebut telah ditangani secara internal. Namun, KPAI menilai pertemuan antara kedua pihak perlu kembali dilakukan untuk memastikan persoalan tidak berulang.

"Sekolah menyatakan bahwa kasus tersebut sebenarnya telah dilakukan penanganan di internal hingga ada pemanggilan terhadap orang tua dan pelaku dan juga ada pertemuan antara orang tua terduga pelaku dan orang tua korban," kata Aris.

KPAI kemudian meminta agar sekolah kembali memfasilitasi pertemuan antara orang tua terduga pelaku dan orang tua korban.

"Namun memang sepertinya perlu ada pertemuan kembali agar keadilan yang diinginkan oleh korban itu betul-betul bisa tercapai dan ada pertanggungjawaban dari terduga pelaku dan ada efek jera tentunya agar tidak terulang kembali," kata Aris.

Sebelumnya, seorang siswa SMP di sekolah internasional kawasan Serpong diduga menjadi korban perundungan hingga mengalami luka.

Dalam kejadian tersebut, diduga terdapat enam kakak kelas yang melakukan perundungan terhadap korban di area lapangan sekolah. Salah satu terduga pelaku disebut merupakan anak seorang wakil menteri.

Peristiwa tersebut diduga tidak terekam kamera pengawas karena area lapangan sekolah tidak dilengkapi CCTV.

Sementara itu, wakil menteri berinisial DAS telah membantah keterlibatan anaknya dalam kasus dugaan perundungan tersebut.

KPAI masih memantau penanganan kasus tersebut untuk memastikan perlindungan dan kepentingan korban tetap menjadi bagian dari proses penyelesaian.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com