Nestapa Pedagang di Rawa Badak Imbas Air Mati 2 Minggu: Usaha Mandek, Tiap Hari Angkut Ember

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:41 WIB
Aliran air di Jalan F, Rawa Badak, Jakarta Utara, mati selama dua minggu dan merugikan warga. (Suara.com/Agustin Dwi Anggraini)
BACA 10 DETIK
  • Aliran air di Jalan F, Rawa Badak, Jakarta Utara, mati selama dua minggu dan merugikan warga.
  • Warga bernama Anna dan pedagang lain terpaksa menghentikan aktivitas jualan karena kesulitan mendapatkan air bersih.
  • Warga harus mengangkut air setiap hari untuk kebutuhan sehari-hari hingga aliran air kembali normal.

Suara.com - Aliran air di Jalan F, Rawa Badak, Jakarta Utara, sempat mati selama dua minggu.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, termasuk warga yang berjualan dan membutuhkan air untuk menyiapkan dagangan.

Salah seorang warga, Anna, mengatakan keterbatasan air membuat aktivitas memasak hingga mencuci menjadi sulit.

Kondisi itu turut memengaruhi aktivitas warga yang sehari-hari berjualan.

"Kita mau pake apa, nyuci-nyuci, masak-masak, rebus-rebus pake apa kan susah harus banyak air," kata Anna kepada Suara.com di Rawa Badak, Kamis (1/10/2026).

Menurut Anna, kondisi tersebut membuat aktivitas berjualan sempat dihentikan.

"Yaudah berhenti kita stop dlu," ujarnya.

Ia menyebut kebutuhan air untuk menyiapkan makanan membuat warga kesulitan mempertahankan aktivitas jualan selama aliran air terganggu.

"Dagangan mateng, depan juga ga dagang-dagang,"katanya.

Selain mengganggu aktivitas jualan, Anna mengatakan warga juga harus mengangkut air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga kelelahan karena harus mengambil air secara rutin.

"Aduh masyaallah badan pada sakit, setiap hari harus ambil air," ucap Anna.

Kini, aliran air di Jalan F telah kembali normal. Namun, Anna mengaku belum kembali berjualan karena tubuhnya masih terasa sakit setelah selama gangguan air harus mengangkut air.

"Belum baru pada besok, badan masi pada sakit, bekas ngangkatin air sakit sekali,"kata Anna.

Anna menyebut gangguan air tersebut sangat merugikan warga.

"Sangat merugikan, sangat merugikan,"ucapnya. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com