Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB
Pengguna jalan melintasi banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Pesisir utara Jakarta diprediksi terancam banjir rob akibat pasang laut tertinggi pada Oktober 2026 mendatang.
  • Dinas SDA DKI Jakarta menyiagakan 194 pompa stasioner, pompa bergerak, dan infrastruktur vital di wilayah terdampak.
  • Satgas Pasukan Biru dikerahkan untuk berpatroli, sementara masyarakat diimbau tetap waspada dan memantau informasi resmi.

Suara.com - Kawasan pesisir utara Jakarta diprediksi terancam genangan banjir rob yang berpotensi merendam daratan pada rentang tanggal 13–14 dan 25–31 Oktober 2026.

Ancaman luapan air laut ini terdeteksi berdasarkan hasil pemodelan penurunan muka tanah, kenaikan air laut, elevasi pesisir, serta pasang surut di kawasan Teluk Jakarta.

Permukaan air laut di pesisir ibu kota berpotensi mencapai puncak pasang tertinggi hingga 0,64 meter dari rata-rata permukaan laut (mean sea level) pada sekitar pukul 15.00 WIB.

Sederet titik rentan yang berpeluang terdampak banjir pesisir ini meliputi Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Pasar Ikan, Ancol Marina dan JIS, Tanjung Priok dan Kali Baru, hingga Marunda.

Kondisi pemodelan bahaya rob tersebut dapat berubah sewaktu-waktu akibat percepatan pembangunan, anomali permukaan air laut, hempasan gelombang tinggi terpaan angin kencang, maupun langkah mitigasi di lapangan.

Kesiapsiagaan penuh disampaikan oleh Ketua Subkelompok Pengembangan Pesisir Pantai, Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yursid Suryanegara.

“Upaya mitigasi yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara, tetap melakukan penyiagaan dan pengoperasian pompa serta berbagai upaya antisipasi potensi banjir rob,“ ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (1/10/2026).

Guna membendung potensi limpasan air asin tersebut, Dinas SDA DKI Jakarta menyiagakan sebanyak 194 unit pompa stasioner yang tersebar di 71 titik strategis wilayah Jakarta Utara.

Mereka juga mengerahkan armada pompa bergerak (mobile) untuk menjangkau area permukiman yang lokasinya berada di luar jangkauan jaringan pompa stasioner.

Sejumlah infrastruktur vital seperti Pintu Air Marina, Rumah Pompa Pluit, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, Pompa Tanjungan, serta Polder Kamal dan Kali Asin dipastikan dalam posisi siaga operasional.

Selain mengandalkan mesin penyedot air, Satgas Pasukan Biru diterjunkan langsung untuk berpatroli secara intensif demi memastikan situasi di pesisir tetap terkendali.

Masyarakat pesisir diimbau terus waspada, memantau kondisi terkini lewat laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut atau Aplikasi JAKI, serta memanfaatkan layanan darurat 112 jika sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com