Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB
Balai Kota DKI Jakarta. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
BACA 10 DETIK
  • Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program Namu Balai Kota untuk membuka pusat pemerintahan bagi masyarakat umum.
  • Fasilitas Community Playground dan Community Stage disediakan agar warga dapat berinteraksi serta menikmati pementasan seni.
  • Kepala Diskominfotik DKI Jakarta menyatakan ekosistem digital melalui situs dan aplikasi JAKI disiapkan untuk mempermudah kunjungan warga.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal membuka pintu Balai Kota lebih lebar bagi masyarakat luas melalui program bertajuk Namu Balai Kota.

Pusat pemerintahan ibu kota tersebut kini menyediakan Community Playground sebagai ruang interaksi dan anjangsana bagi warga serta berbagai komunitas.

Fasilitas publik ini turut disemarakkan oleh panggung Community Stage yang dapat difungsikan untuk pementasan musik hingga pelestarian aneka permainan tradisional.

Langkah tersebut bertujuan mengubah citra Balai Kota agar tidak melulu dipandang kaku sebagai kantor birokrasi, melainkan wadah kreasi sekaligus sarana mengenal sejarah kota.

Masyarakat yang bertandang juga dipersilakan untuk melihat secara langsung kinerja serta pelayanan yang dihadirkan oleh jajaran pemerintah daerah.

Kenyamanan pelancongan warga ditunjang ekosistem digital resmi guna membantu khalayak merencanakan agenda sebelum datang ke lokasi.

Warga dapat menggali informasi jadwal dan kegiatan seputar Namu Balai Kota dengan mudah melalui situs smartcity.jakarta.go.id ataupun aplikasi JAKI.

Kepala Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan pentingnya kehadiran kanal digital tersebut demi kenyamanan para pengunjung.

“Kami berharap akses ini dapat membantu masyarakat merencanakan kunjungan dan menikmati berbagai pengalaman yang tersedia di Balai Kota,” jelas Marulina.

Kehadiran program ini menjadi tonggak penting dalam merajut hubungan yang jauh lebih dekat serta hangat antara aparatur pemerintah dan warga.

Melalui langkah tersebut, Jakarta kian memantapkan perjalanannya menjadi kota metropolitan yang terbuka, ramah bagi komunitas, dan berorientasi penuh pada pelayanan publik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com