- Puluhan sopir angkot M44 berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta.
- Mereka menuntut evaluasi operasional Mikrotrans 48A karena rutenya tumpang tindih dan menurunkan pendapatan.
- Massa meminta Pemprov DKI mengubah jalur Mikrotrans 48A agar dikembalikan berfungsi sebagai angkutan pengumpan perumahan.
Suara.com - Puluhan sopir angkutan kota (angkot) M44 rute Kampung Melayu–Karet–Tebet menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Mereka mendesak Gubernur Jakarta Pramono Anung mengevaluasi operasional Mikrotrans 48A yang dinilai tumpang tindih dengan trayek M44 hingga membuat pendapatan sopir terus merosot.
Dalam aksi tersebut, para sopir membentangkan spanduk di pagar Balai Kota bertuliskan, "Jangan Abaikan Nasib Ribuan Sopir Angkot yang Butuh Kehidupan Layak."
Salah seorang perwakilan sopir, Sanusi, mengatakan trayek Mikrotrans 48A telah mengambil jalur yang selama ini dilayani angkot M44 sehingga jumlah penumpang mereka terus berkurang.
"Kami mendesak Pemprov DKI mengevaluasi operasional JakLingko 48A yang dinilai mengambil jalur yang sama dengan trayek angkot M44," ujarnya.
Menurut Sanusi, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penghasilan para pengemudi yang semakin menurun.
Dalam aksinya, para sopir menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemprov DKI Jakarta.
Mereka meminta rute Mikrotrans 48A diubah agar tidak lagi bertumpang tindih dengan trayek Mikrolet M44 Kampung Melayu–Karet.
Selain itu, mereka juga meminta Mikrotrans dikembalikan pada fungsi awalnya sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang melayani kawasan permukiman sebelum terhubung dengan koridor utama atau layanan Transjakarta.
Baca Juga: Sebar Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT RI, Pria Asal Ciamis Ditangkap Polda Metro Jaya
Para sopir juga mengusulkan agar rute Mikrotrans 48A dialihkan melalui jalur alternatif, seperti kawasan Tebet Timur Dalam, sehingga tidak melintasi trayek yang sama dengan angkot M44.
Mereka menegaskan tidak mempermasalahkan tujuan akhir Mikrotrans menuju kawasan Karet, selama jalur yang dilalui tidak bersinggungan dengan trayek angkot yang sudah lebih dahulu beroperasi.
Meski digelar di depan Balai Kota, aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek