- Petugas gabungan membersihkan bau pesing di Halte Transjakarta IRTI Monas pada Senin (21/9/2026).
- Aksi cepat tanggap ini dilakukan setelah keluhan warganet mengenai kondisi kumuh tersebut viral di media sosial.
- Empat puluh satu personel mengerahkan mobil air dan karbol untuk menghilangkan bau serta menyekat halte.
Suara.com - Aroma tidak sedap berupa bau pesing yang sempat menyengat di sekitar Halte Transjakarta IRTI Monas, Gambir, Jakarta Pusat, akhirnya tuntas dibersihkan pada Senin (21/9/2026).
Kondisi kumuh di area yang hanya berjarak ratusan meter dari Balai Kota DKI Jakarta itu mencuat ke publik setelah keluhan seorang warganet viral di media sosial.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, memastikan aksi pembersihan tersebut langsung digelar untuk menanggapi keresahan para pejalan kaki.
“Hari ini petugas gabungan telah dilaksanakan pembersihan di lokasi Halte IRTI menindaklanjuti keluhan masyarakat,“ kata Isa saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Sebanyak 41 personel gabungan lintas instansi dikerahkan untuk menyisir dan menyikat trotoar sepanjang kurang lebih 100 meter.
“Petugas gabungan berbagai SKPD jumlah personel 41. UPK Monas 15 orang, Satpol PP Kecamatan Gambir 12 orang, PPSU Kelurahan 8 orang, Satpel LH Gambir 6 orang,“ terang Isa.
Proses sterilisasi dilakukan dengan menyemprotkan air serta menyikat lantai menggunakan cairan karbol demi melenyapkan sumber bebauan di belakang ruang petugas halte.
“Ada satu unit mobil pengangkut air juga, kemudian pakai air sabun untuk menghilangkan bau,“ lanjut Isa.
Selain aroma tak sedap yang kini berganti wangi karbol, pihak Transjakarta turut mengganti lampu yang padam serta merapikan papan informasi bus wisata.
Guna mengantisipasi aksi buang air kecil sembarangan terulang, celah di belakang halte kini disekat menggunakan bambu, meski akses dari area parkir mobil Monas terpantau masih menyisakan celah.
Langkah cepat pembenahan fasilitas publik di jantung ibu kota ini pun disambut baik oleh seorang pejalan kaki bernama Heski (26).
"Bagus, udah nggak bau lagi. Kemarin kan ramai ya, dan emang pernah nyium sih ketika jalan di sini. Nggak nyaman kalau naik turun busway di sini jadinya," tutur Heski.
Ia turut menyayangkan masih rendahnya kesadaran oknum masyarakat dalam menjaga fasilitas publik.
Mengingat fasilitas toilet umum sebenarnya telah tersedia di dalam area Monas dan kantin terdekat.
“Harusnya udah sadar lah. Malu kalau zaman sekarang masih buang air kecil sembarangan. Mau pengunjung, pedagang, atau siapa aja,“ sorot Heski.