- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka kembali kompleks Balai Kota bagi masyarakat setiap Sabtu mulai 2 Oktober 2026.
- Program Namu Balai Kota menghadirkan tur sejarah gedung, Jakarta Cinema Experience, dan berbagai fasilitas edukasi anak.
- Kompleks Balai Kota kini menyediakan layanan publik terpadu, pemeriksaan kesehatan gratis, serta panggung kesenian interaktif.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membuka kembali kompleks Balai Kota bagi masyarakat ibu kota.
Menurut Pramono, pusat pemerintahan daerah ini sejatinya bukan sekadar tempat aparatur sipil bekerja, melainkan ruang bernilai historis yang menyimpan tapak tilas panjang perkembangan Jakarta.
“Kami ingin membuka kesempatan bagi warga untuk datang, berinteraksi, dan melihat secara langsung bagaimana pemerintah bekerja melayani kebutuhan mereka,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Langkah ini sekaligus menghidupkan kembali konsep wisata akhir pekan di Balai Kota yang pertama kali dirintis dan populer pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sejak 12 September 2015.
Pembukaan akses tersebut sempat terhenti dan dibatasi hanya untuk keperluan administrasi resmi seiring pergantian tampuk kepemimpinan, penyesuaian aturan perkantoran instansi, hingga situasi pandemi.
Kini, tradisi keterbukaan itu diresmikan kembali melalui program anyar bertajuk Namu Balai Kota, dan akan beroperasi rutin setiap Sabtu pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak menyusuri berbagai sudut penting kantor gubernur, mulai dari Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat kendali Jakarta Smart City.
Pengunjung juga disuguhi tayangan sejarah Jakarta Cinema Experience di Ruang Pola, serta studio edukasi Kids on Air bagi anak-anak yang berminat mencicipi profesi reporter cilik.
Selain tur gedung bersejarah, pelataran pusat pemerintahan ini disulap menjadi Mini Mall Pelayanan Publik yang menyediakan gerai paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, hingga pemeriksaan kesehatan cuma-cuma.
Masyarakat juga dapat mengakses layanan kependudukan, izin berusaha, pembukaan rekening perbankan daerah, edukasi pilah sampah, hingga pelatihan pemadaman api ringan.
Guna menghidupkan suasana santai akhir pekan, area Community Playground dan panggung kesenian disiagakan sebagai ruang interaksi warga lewat pementasan musik dan permainan tradisional.
Inisiatif kolaboratif ini mempertegas ikhtiar Pemprov DKI Jakarta untuk menghapus jarak dengan rakyatnya dan menjadikan Balai Kota sebagai ruang publik yang inklusif serta melayani.