Rayakan HUT ke 45, Paguyuban Warkaban Bantul Meriahkan CFD Bekasi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:57 WIB
Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun ke 45 dengan menggelar acara jalan sehat di sekitar stadion Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu, (4/10/2026). Acara itu mengusung tema 'Guyup, Rukun, Migunani'. (Suara.com/Alfian)
BACA 10 DETIK
  • Paguyuban Warga Kabupaten Bantul merayakan HUT ke-45 dengan jalan sehat di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu (4/10/2026).
  • Ketua Warkaban Sigit Mustofa menyatakan organisasi ini berkomitmen mempererat persaudaraan serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
  • Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengapresiasi acara tersebut untuk memperkuat solidaritas warga perantauan.

Suara.com - Hari bebas kendaraan atau Car Free Day di Bekasi, Jawa Barat, Minggu pagi ini tampak lebih meriah dari biasanya. Ratusan warga berkaos biru tampak mewarnai warga Bekasi yang sedang berolahraga di kawasan CFD.

Mereka adalah Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun ke 45 dengan menggelar acara jalan sehat di sekitar stadion Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu, (4/10/2026). Acara itu mengusung tema 'Guyup, Rukun, Migunani'.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sesi senam bersama, pertunjukan musik hingga pemberian doorprize.

Ketua Warkaban Sigit Mustofa Nurudin bercerita, rangkaian acara menyambut HUT Warkaban pada (9/10/2026) mendatang sebenarnya telah dimulau sejak beberapa waktu lalu di Bantul.

Saat itu, Warkaban telah melaksanakan agenda seperti kegiatan olahraga, bakti sosial, hingga melakukan audiensi dengan Bupati Bantul untuk memperkuat koordinasi.

"Nah, kemudian rangkaian pada hari ini kita menyelenggarakan kegiatan jalan sehat bersama seluruh anggota keluarga besar Paguyuban Warga Kabupaten Bantul yang hadir," kata Sigit kepada Suara.com di Bekasi pada Minggu, (4/10/2026).

Menjelang 45 tahun Warkaban, ia mengatakan organisasi yang mewadahi para warga Bantul di  perantauan tersebut telah memenuhi capaian yang luas dan berdampak. Salah satunya mereka kerap melakukan kegiatan sosial, bagi kalangan internal maupun warga sekitar.

Sebelumnya, Warkaban melakukan bakti sosial dengan santunan anak yatim, keluarga tidak mampu, penyauran air bersih di sejumlah wilayah Bantul hingga kompetisi olahraga. Beragam kegiatan tersebut sebagai upaya membangun persaudaraan, kemasyaratan dan kemanfaatan.

"Guyub, Rukun, Migunani. Artinya bahwa diaspora Bantul ini harus bersatu, di mana pun mereka berada juga harus memberikan manfaat, baik secara internal ke anggota Warkaban maupun masyarakat yang ada di sekitar tempat tinggal mereka," ucapnya.

Karena itu menjelang hari jadi Warkavan, Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi itu juga berpesan agar seluruh anggotanya untuk turut menjaga kekompakan dan tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Dia turut mengajak seluruh masyarakat untuk hadir di puncak perayaan HUT Warkaban yang akan diselenggarakan di Anjungan Jogja Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada Jumat (9/10/2026) mendatang.

"Jadi jangan lupa nanti 9 Oktober kita hadir bersama, kami undang juga seluruh sedulur-sedulur yang ada di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya," imbau Sigit.

Pada acara Jalan Sehat, tampak hadir pula pejabat teras Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia lainnya. Salah satunya adalah, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Anwar Sanusi.

Anwar mengapresiasi kegiatan tersebut, sebab dapat menjadi bentuk penguatan solidaritas bagi masyarakat Bantul yang mencari penghidupan di wilayah Jabodetabek.

"Menurut saya juga sangat baguslah untuk meningkatkan ikatan silaturahmi yang perlu terus kita tingkatkan, dengan berprinsip 'guyub, rukun, migunani' ini adalah prinsip-prinsip atau nilai-nilai yang sangat baik." jelas Anwar.

Anwar pun ikut menghimbau seluruh anggota Warkaban untuk terus menjaga semangat persaudaraan, meski memiliki latar belakang yang beragam.

"Berbeda pandangan, berbeda prinsip, berbeda mungkin istilahnya ideologi tidak jadi masalah, tetapi mereka diikatkan oleh satu keluarga, yakni warga Kabupaten Bantul," pungkasnya.

Antusiasme Warga

Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun ke 45 dengan menggelar acara jalan sehat di sekitar stadion Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu, (4/10/2026). Acara itu mengusung tema 'Guyup, Rukun, Migunani'. (Suara.com/Alfian)

Antusias yang tak kalah meriah juga datang dari peserta acara Jalan Sehat. Anggota Warkaban, Vina, bahkan bercerita dia bersama suami dan anak-anaknya telah berangkat sejak subuh untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Dari Karawang tadi ada tiga keluarga. Bareng-bareng berangkat dari subuh malah," katanya.

Perempuan yang telah lebih dari sepuluh tahun meninggalkan Bantul ini mengaku acara semacam ini dapat mengatasi kerinduannnya dengan sanak familinya di kampung halaman.

"(Acaranya) seru, ya. Selain dapat sehatnya bisa reuni juga dengan teman-teman. Jadi sama-sama bisa kumpul perantauan dari Bantul," imbuh Vina.

Sekilas Tentang Warkaban

Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) merupakan organisasi yang menghimpun warga asal Kabupaten Bantul yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bantul di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

Seiring perjalanan waktu, Warkaban berkembang tidak hanya sebagai komunitas kekeluargaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan kemanusiaan. Berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bantuan bagi anggota yang mengalami musibah, pemberian beasiswa, hingga dukungan terhadap pembangunan daerah asal menjadi bagian dari kiprah organisasi.

Warkaban juga telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu paguyuban warga DIY yang aktif dan memiliki jaringan luas di berbagai provinsi.

Dengan mengusung semangat "Guyup Rukun Migunani", Warkaban terus berupaya memperkuat solidaritas diaspora Bantul sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara masyarakat perantauan, Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah DIY, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.(Reporter: Alif Bintang)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com